7/19/2006

Masih sibuk sama kerjaan ... dan masih tetep addict sama kopi ...

Kalau kita perhatikan warung2 kopi akhir2 ini banyak betebaran di mall2, dari warung kopi lokal sampai warung2 kopi import (franchise) saling uber2 an ngudak penumpang, apa lagi mall2 di jakarta ini tumbuh seperti jamur tanpa bisa dikendalikan, sampe2 anak2 dan remaja bingung kalo mau main bola dimana lagi karena lapangan2 sudah berubah bentuk jadi mall, atau plaza2.
Sebetulnya kopi yang selam ini say minum dengan penyajian ala kopi tubruk itu sudah paling top, dan nikmat buat saya, karena membuatnya mudah dan cepat asal kopinya kopi yang terbaik, apa lagi negara kita terkenal dengan mutu kopi yang prima seperti kopi Toraja, Lampung, Medan Bali dll yang umumnya dari jenis Arabika dan Robusta yang sudah terkenal kelezatannya.

Memang budaya minum kopi ini telah dikembangkan sedemikian rupa oleh bangsa Eropa, padahal sebetulnya kopi itu berasal dari daratan Afrika yang masuk ke eropa melalui Turki, karena orang eropa terkenal mempunyai cita rasa yang tinggi dan selalu ingin medapatkan kualitas yang terbaik, jadi ritual dan cara2 penyajiannya pun pasti lebih disempurnakan artinya biji kopi itu akan diproses/disajikans benar2 samapai sari2 (ekstark biji kopi) tuntas tersaring ke cangkir tanpa sisa, disinilah rasa dan aroma kopi bisa benar2 dinikmati seutuhnya, sedangkan bila menggunakan penyajian tradisional ala kopi tubruk tidak seluruh sari kopi akan keluar walaupun jenis dan merek kopinya sama, ini yang mebuat saya rada repot.

Nah untuk mendapatkan cita rasa yang tinggi itu terpaksa kita harus mampir ke warung2 kopi yang mempunyai mesin kopi kusus itu, dimana mereka menggunakan biji kopi pilihan dan betul2 fresh, kemurnian air, suhu dan kepekatn kopinya pun pasti lebih terkontrol.
Untuk pecandu kopi seperti saya dan selalu sibuk di rumah/kantor tentu repot kalau harus mondar mandir ke mall apalagi kalo kerjaan lembur mall sudah tutup, jadi saya biasanya membuat sendiri esppresso di rumah/kantor (rumah dan kantor jadi satu jadi lebih repot bagi waktunya ternyata) dengan menggunakan Moka Pot yang rasanya pun beda2 tipis.(kalo beli mesinya sih ga cucuk dah sama pemasukan)


Bagi pecandu espresso dan tidak sempat/repot ke mall cukup membeli Moka Pot lebih praktis dan tidak terlalu mahal, saran untuk rasa/aroma yang prima beli moka pot dari alumunium merek Bialetti, yang saya gunakan di foto ini adalah Moka Pot bikinan lokal entah mereknya apa tapi lumayan bagus juga cuma gasketnya sering bocor sedikit, dan cara penyajiannya adalah sebagai berikut.

Siapkan Moka Pot yang terdiri dari 4 bagian itu, bagian bawah tempat air penyeduh, bagian tengah corong tempat bubuk kopi, filter plus gasket diantara bagian tengah dan atas, dan bagian atas sekali tempat kopi jadi yang sudah diseduh yang akan keluar melalui pancuran kecil ditengah2 atas bagian ini

Isi bagian bawah dengan air samapi batas valve, lalu isi corong dengan bubuk kopi samapi kira2 hampir penuh dan ratakan jangan dipadatkan (gunakan kopi grain halus untuk espresso, jangan gunakan kopi grain kasar yang untuk mesin kopi saring), masukan corong berisi kopi kedalam bagian bawah yang berisi air, lalu tutup bagian atas dengan saringan pastikan gasket betul2 rata menempel dibibir atas corong, kemudian tutup bagia atsanya dengan bagian atas, putar dan kencangkan bagian atas dan bagian bawah baik2 supaya tidak ada air keluar dari celah ini ketika tekanan air naik melalui corong karena panas.

Tahap selanjutnya letakan pot diatas api kecil sedang, jangan terlalu besar, tunggu sebebtar hingga air di bawah mendidih dan mulai naik kebagian corong yang berisi kopi dan akhirnya akan keluar perlahan2 dibagian penampungan kopi melalui pancuran kecil, apabila kopi yang keluar dari pancuran mulai kencang dan nyemprot segera kecilkan dan matikan apinya dan biarkan sisa kopi keluar sampai berhenti sendiri, sampai tahap ini kita sudah dapat menikmati espreso senikmat di warung2 kopi yang di mall2 itu apaun brandnya walaupun dengan proses ini espresso yang disajikan kurang ber crema (buih pekat kopi).

banyak juga yang suka capucino karena rasanya lebih lembut, ini pun sangat mudah membuatnya, karena bahan dasarnya adalah kopi espresso ditambah susu panas yang di buihkan, dan untuk mebuihkan susu dengan mudah kita bisa beli pengocoknya di swalayan2 dengan harga murah.
Berikut cara menyediakan cappuccino dengan mudah, Campurka 1/3 bagian espresso, 1/3 bagian susu panas,dan terakhir toping dengan 1/3 buih susu yang telah disiapkan sebelumnya seperti berikut.

Caranya siapkan susu cair di dalam gelas kocok sebanyak 1/5 bagian atau pada batas max, masukan kedalam mikro wave sebentar +/- 1 menit untuk menaikan suhunya, setelah itu kocok2 dengan pengaduknya hingga berbuih dan padat

Selain seperti cara diatas, Ada bermacam2 cara menghidangkan kopi, ada dengan cara kopi diseduh/disiram langsung air mendidihdi di wadah yang disebut French Presses dahulu dan terus di tekan dengan saringan ampas kopi metode ini mirip dengan pembuatan kopi tubruk cuma bedanya ampas kopinya tidak disaring dan langsung di seduh di cankir, ada dg cara kopi diseduh didalam wadah saringan/filter Drip Brewers lalu kopi yang menetes ditampung kedalam pot yang bisa tetap panas, dan ada yang diseduh diatas api langsung didalam teko ini biasa dilakukan secra tradisional oleh penduduk disebagian wilayah Indonesia dan di Arab

6 comments:

Anonymous said...

setahu gw pakde minum kopi kayak minum aqua.. ga bagus kan .. nanti bisa impotent lo.. kikikkkkkkkk

Anonymous said...

*lirik komen bang joni .. akakakaka .. takut nih ye si bang joni*

apa kabar pakde .. oo pakde penggemar kopi juga ya .. toss dong .. saya suka capuccino .. sama tuh pake coffee plunger gitu dari pada pake mesin kopi yg agak2 bikin cucian piring numpuk ..

btw si bude kemana ya kok blognya dianggurin ... salam aja deh buat bang johni ! :-D

Anonymous said...

Pakde beli moka pot lokal dimana yah?
tlg kasih tau aku

Ninis said...

Salam kenal, Pakde Poer :)
Iya tuh...blognya Mbak Rieke kok gak di update yah...Saya fans keluarga Poernomo :)

Salam buat Mbak Rieke & anak2...
Resepnya Mbak Rieke TOP ABIS!

Anonymous said...

Enjoyed a lot! 1990 subaru legacy keyless

Anonymous said...

pakde, dimana yah beli moka-potnya, saya cari di Semarang dan jogja tidak ketemu yah? bisa minta infonya dong? sekalian pengocok susu buat milk froth, harganya berapa yah? contact saya dong ke dennyeko_p@yahoo.com.sg atau ke blog saya thank's before


btw pakde ini barista yah? ;-)