3/18/2008

Kartun Benny & Mice - Bike to Work

Courtesy of Kompas 16 Maret 2008

2/28/2008

My Road-ID Is arrived today

Pas lagi jalan2 di Multiply guwe sempet mampir disalah satu Multyply contact guwe Fusion Bike
Disitu gw liat ada banner Road ID, sebetulnya Road ID ini sudah lama banget gw tau dan pernah masuk kesitusnya juga untuk cari2 tau, tapi saat itu ga tau kok guwe belon ngeh untuk makenya. Tapi setelah gw liat kedua kalinya di MP nya Fusion Bike langsung tetarik dan langsung saat itu pesen satu Road ID secara on line.

Jadi prinsipnya Road ID ini akan berbicara atas nama penggunanya apa bila yang bersangkutan
mengalami masalah serius atau mengalami kecelakaan ketika melakukan olahraga sepeda, joging, dll dimana saat itu yang bersangkutan tidak bisa berbicara untuk dirinya. Sebetulnya kegunaannya bukan hanya untuk olah raga aja, tapi bisa juga untuk dipakein ke anak2 dibawah umur, jadi kalo lagi jalan2 di Mall2, Pasar Malem, BONBIN atau tempat rame lainnya dan anaknya kepisah, yang nemuin anak itu bisa langsung menghubungi orangtuanya sesuai keterangan di Wrist ID yang dipake in

Dan sekarang setelah kira2 12 hari dari waktu pemesanan, paket Road ID ini dah ngejogrok di meja kerja guwe dirumah.

12/22/2007

Analog vs Digital

Setelah era Digital mulai merasuki keseluruh prabotan2 yang kita pakai baik prabotan untuk kegiatan hari2 maupun kegiatan hobby, saya mulai bingung dengan prabotan2 Analog saya yang sepertinya kok udah jadi kuno sekali, rasanya mau dipensiun masuk gudang tidak tega juga.

Mau dipakai terus kok nyusahin diri AKA kurang praktis, "Hari gini masih demen ngulik ke laut aje" kata orang .... kekekek. Tetapi kalau tidak dipakai kok sayang, sayang karena ingat dulu belinya pake nabung2 dulu dan pada eranya prabotan itu sudah termasuk yang terbagus.

Kalau soal piringan hitam dan alat putarnya tidak terlalu masalah tau kemana sekarang rimbanya mungkin sudah berdebu digudang karena sudah lama tidak disentuh begitu era CD meraja lela, kalau soal mesin gambar (gambar2 teknik arsitektur) juga tidak masalah setelah dengan program autocad dan 3d semuanya jadi lebih praktis dan mudah, tapi kalo soal camera analog ini lain ceritanya.

Kegiatan jeprat-jepret ini pertama saya kenal ketika saya masih kelas 2 SD kira2 tahun 60 an, waktu itu saya dan kakak dibelikan camera foto tipe box camera oleh alm ayah saya, entah mereknya apa terbuat dari plastik dan bentuk sisi2 cameranya mem bulat, camera mainan ini dapat berfungsi betulan.

Cameranya sangat sederhana sekali tapi hasilnya lumayan bagus, untuk motret objeknya harus berjarak kira2 tiga langkah dari pemotretnya karena focusnya sudah fix, dan saratnya si objek harus menghadap sinar langsung, waktu itu kita menggunakan 120 Film B&W isi 12 bingkai.

inilah hasil foto2 dari camera pertama saya (klik gambar untuk memperbesar)

Pada waktu itu alm ayah saya memang sudah hobby motret dan menggunakan Camera 35mm RF (Range Finder), Leica M1 atau M2 saya kurang tau pasti.

Namanya anak2 jadi Camera disamakan dengan barang mainan umumnya, pas baru2nya untuk motret saja pasti berebutan dengan kakak karena memang camera itu dibelikan untuk dipakai berdua, dan biasa setelah lama mulai bosen camera jarang dipakai malah sampai2 lupa di taruh dimana dan akhirnya hilang, singkat cerita saya mulai jeprat-jepret lagi pada saat saya sudah duduk di bangku SMP.

Lagi2 karena camera pemberian alm ayah saya dan lagi2 camera untuk dipakai berdua kakak saya, cameranya cukup canggih bentuknya compact dapat di masukan kesaku, camera 35mm jenis RF mereknya Rollei 35S. Camera ini 100% manual dan 100% mekanik, tapi sudah mempunyai built-in analog light meter sistim jarum dan batang geser yang cukup akurat dengan tenaga dari batrey kancing.

Nah pada saat ini lah saya mulai mengenal apa itu aparture, shuter speed, ASA, dll cara menggunakan camera, untuk mendapatkan foto yang gambarnya bagus selain focus yang teptat juga ke tiga kombinasi bagian2 tsb diatas harus tepat.

Tetapi untuk sistim focusnya camera ini masih menggunakan sistem kira2/skala jadi kita harus tau kira2 jarak objeknya lalu index focus pada lensa kita putar hingga sekalanya sama dengan jarak objek yang kita taksir tadi, dan karena mungkin menggunakan lensa tetap 40mm/2,8 maka umumnya gambar relatif akan tajam karena lensa 40mm mempunyai DOF (Depht of Field) relatif panjang. camera ini sekarang masih disimpan oleh kakak saya.

Benar2 mulai senang dengan fothography pada saya mulai duduk di bangku kuliah kira2 tahun 70 an, mula2nya karena pada waktu kuliah sering sekali bila ada kegiatan2 dicampus selalu diminta untuk memotret dan dsinilah saya mulai mengenal camera SLR, camera yang sering saya pakai adalah kamera pinjaman dari alm ayah saya yaitu camera Canon F-1, camera ini juga 100% manual dan 100% mekanik dan sistem pengukuran cahayanya sama dengan camera Rollei 35s (jarum dan batang geser) tetapi focusnya bisa lebih akurat karena kita melihat langsung objeknya melalui lensa dan akan focus bila gelang focus kita putar hingga object sudah benar2 jelas/tajam gambarnya.

Dengan camera jenis ini lah saya juga mengenal jenis2 lensa denga focal length yang beda2 (lensa lebar, lensa normal, dan lensa tele). cukup lama juga saya menggunakan camera SLR ini dan sempat harus menabung untuk mebeli 1 bh camera Canon New F-1 (Camera hybrid 100% mekanik + elektronik untuk shuter speed rendah dibawah 1/125, dan untuk menjalankan fasilitas Av&Tv nya) seperti gambar disebelah ini, dan bebrapa jenis lensanya, camera jenis ini memang asik untuk dipakai eksperimen, teapi relatif lebih besar dan berat dibanding camera range finder saya terdahulu, apalagi bila menggunakan lensa tele,rasanya berat dan kurang leluasa bergerak.

Suatu ketika pada saat lebaran saya sekeluarga bersilaturahmi ke rumah adik ayah, disana saya diberi tau ayah saya bahwa adiknya punya camera Leica tetapi jarang sekali dipakai dan kalau mau nyoba tanyakan apa boleh saya pinjam. Setelah saya tanyakan ternyata boleh dan akhirnya satu tas camera berisi 2 body camer Leica M4 dan beberapa lensanya saya bawa pulang untuk saya pinjam.

Pertama kali saya heran dengan jenis camera RF yang lensanya dapat di ganti2 karena dalam pikiran saya camera RF kan tidak bisa memfocus langsung melalui lensa, harus difocus melalui jendela intip yang terpisah dari lensa , bagaimana membedakan luas area bidangnya bila focal lenghtnya beda2, trnyata setelah coba dengan bebrapa lensa yang beda jendela intipnya mempunyai bingkai bayangan yang bisa berubah2 sesuai jenis lensa yang digunakan, selain itu focusnya juga bisa tepat karena dengan sistim menyatukan bayangan ganda.

Camera ini 100% manual, 100% mekanik dan tidak ada light meternya sama sekali jadi untuk mendapatkan pengukuran cahaya yang tepat harus menggunakan light meter genggam terpisah, walaupun sebenarnya saya sudah tebiasa memotret hanya dengan patokan rumus ASA (ASA rule of thumb formula), tetapi untuk hasil yang baik/maksimal maka terpaksalah bongkar tabungan beli light meter seken yang murah meriah.

Camera ini sangat ringkas dan ringan, karena ukuran lensa2nya relatif lebih kecil kira2 setengahnya dari ukuran lensa camera SLR, karena sifatnya yang ringkas ringan, lincah, dan sangat halus bunyi shuternya, hasil gambarnya juga lebih bagus lebih natural, untuk warna tidak bisa semarong (vivid) lensa jepang, tapi soal warna sebetulnya bukan masalah serius karena saya lebih suka gambar2 b&w, akhirnya camera ini lah yang jadi camera favorit saya seterusnya sampai sekarang.




Leica M4 black body

21mm/3,4 super-angulon
50mm/2,0 sumicron
90mm/2,8 elmarit 135mm/2,8 elmarit
400mm/5,0 telyt

Kembali kemasalah digital, istri saya akhirnya beli camera SLR digital Canon EOS 400D untuk motretin masakan2 nya kareana hobbynya masak dan resep2 serta foto2 masakannya akan di share untuk siapa saja melalui blog masaknya, sebelumnya dia pakai camera saku digital Canon Ixus 330 walaupun hasilnya cukup bagus tapi "DOF nya ga dapet" katanya (back grounnya ga bisa burem), EOS 400D ini bentuknya mungil dan ringan pas untuk ukuran tangan perempuan.
Akhirnya saya juga lebih sering menggunakan Camera ini untuk membuat foto2 Interior, Arsitektur yang saya butuhkan untuk meng update portfolio web profesi saya.

Memang camera sekarang sudah sangat canggih, kita tidak usah repot2 kalkulasi dan nebak2 setingan, semua sudah otomatis dikerjakan oleh prosesor di camera, bahkan focusnya juga sudah otomatis, lensanya dilengkapi mekanis anti goyangan supaya gambar tidak burem kalau motret pake speed rendah, banyak pilihan seting untuk macem2 suasana pemotretan, bahkan sambil merem motretnya pun pasti jadinya bagus, dan yang penting bisa langsung tau hasilnya sat itu dan bias langsung dicetak, pokonya tinggal kreatifitas kita aja, selain itu semua proses kamar gelap sudah dikerjakan camera itu sendiri dan sedikit bantuan computer,atau bisa di katakan fly by wire.

Jadi sekarang tinggal pilih masih mau ribet2 pake kamera analog manual, apa pake kamera digital super canggih yang sudah pasti jadinya bagus ... bingung kan ... apakah akhirnya semua Camera analog saya tinggal sejarah gitu saja ... sedih juga sih liatnya.

Kalau lensa analog SLR nya sih sudah pasti tidak bisa dipakai di camera SLR digital walaupun sama2 Canon, tetapi untuk lensa analog dari M4 kalau dipakai ke body Leica M8 masih bisa tapi harga cameranya itu yang ga tega dengernya kalo cuma dipakai buat hobby2 an saja, bisa punya Leica M4 ini saja boleh dapet dari lungsuran kok...

Untung masih ada satu prabotan hobby yang aman diera digital yaitu sepeda gunung saya, sebetulnya sudaha ada versi digitalnya tapi biasanya dipakai untuk latihan simulasi indor, untuk sepeda yang berubah dari tahun ke tahun cuma component2 nya aja yang makin canggih.

12/16/2007

You Can Make It Happen

"Berangkat Kerja Dengan Sepeda??"

Capek kan, panas kan, polusi kan, bahaya kan?? dan lain2 ungkapan parno orang awam tentang berangkat ke tempat kerja dengan menggunakan sepeda. Sebetulnya pertanyaan-pertanyaan seprti diatas akan terjawab semua bila sudah melakukan atau telah mecobanya. Memang kegiatan ber b2w ini untuk mereka yang "mapu" (mempunyai kendaran bermotor) umumnya dilakukan karena merka memang sudah hobby dengan olahraga sepeda.

Masalah panas memang betul, masalah polusi memang betul tetapi percaya atau tidak semua itu sangat2 lah kecil sekali dibandingkan dengan manfaat yang kita atau malah orang lain disekitar kita akan dapatkan.

Sebetulnya ber bike to work itu adalah sebuah pilihan pribadi yang dilakukan oleh sebagian orang "mampu" dengan beberapa alasan antara lain, hobby, olah raga, tidak ketergantungan, mengurangi polusi, dll.



Jawaban untuk keragu2 an sila klik text2 ini. Polusi; Capek; Keamanan; Bahaya; Artikel Lain2

12/07/2007

Bike For Earth Goes To Bali

Dalam rangka konfrensi dunia mengenai dampak pemanasan global di Bali oleh UNFCCC, komunitas Bike to Work Indonesia (B2W) mendapat tawaran dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk bisa turut ber partisipasi dalam pagelaran akbar tsb diatas, ini dikarenakan visi dan misi Bike to Work Indonesia yang salah satunya adalah mengurangi polusi udara dengan menggunakan moda transportasi sepeda dalam beraktifitas ketempat kerja atau tempat2 lainnya.

Singkat kata komunitas B2W akan menyelenggarakan kampanye dengan bersepeda secara marathon Jakarta-Denpasar dengan judul Bike For Earth Goes To Bali, disingkat BFEGTB, team ini akan melalui dan singgah untuk berkampanye di 18 kota.

Rute2 perjalanan team BFEGTB adalah.
JAKARTAKARAWANGPAMANUKANCIREBONTEGAL – PEKALONGAN – SEMARANGJOGJASOLOMADIUNJOMBANG - SURABAYA – PROBOLINGGO – SITUBONDO – BANYUWANGITABANANDENPASARNUSA DUA.
Team BFEGTB selain mengkampanyekan bersepeda ketempat kerja juga melakukan kegiatan penanaman pohon di kota2 yang disinggahi, team ini terdiri dari 15 orang team inti (jakarta-bali), dan 35 team pendamping yang akan bergabung kemudian, ke 15 penyepeda di team inti ini telah dipilih melalui seleksi ketat oleh panitia, sedang ke 35 team pendamping ini terdiri dari para bike to work'er atau pengemar olah raga sepeda di tiap2 kota yang disinggahi dan hanya mendampingi team inti dari saat masuk kota dan sampai perbatasan kota selanjutnya.

Event ini dimulai pada tgl 11 Nov 07 dari lokasi startnya di silang Monas dan dilepas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta bebrapa mentri terkait, setelah presiden memberikan kata sambutan dan menyerahkan bendera merah putih yang akan dikirab sepanjang perjalanan, presiden dan ibu beserta rombongan mengantarkan team BFEGTB hingga bundaran HI dengan bersepeda.

foto taken from www.b2w-indonesia.or.id

Team BFEGTB finish pada tgl 1 Des 07 di Denpasar, Bali. Rombongan team inti dan panitia BFEGTB diterima oleh presiden SBY dan ibu di kantor gubernur Bali.

foto taken from www.b2w-indonesia.or.id

Sumber link foto2.
Daniel Multiply
Santoso Margono Multiply
B2W Indonesia Multiply

1/11/2007

Exterior - Interior

Stair Tower


Staircase



1/04/2007

Pakde Bergaya Sembalap


Tidak terasa tahun sudah berganti, selain itu lama juga tidak nulis2/update blognya sampe2 bang Jhoni bosen setiap mampir masih itu2 aja ... hehehe, tapi sebelumnya mau mengucapkan selamat tahun baru 2007, semoga ditahun ini keadan, perekonomian, keamanan, pendidikan dll, makin membaik.

Berhubung belum punya bahan untuk nulis pasang foto jadul aja dulu deh biar bang Jhoni tidak kecewa kalau mampir, foto ini adalah event PCC XC Race di Cibubru tahun 2002, dan iseng2 ikut di kelas Master B yang di gabung dengan kelas
Executive, hasilnya tidak finish, cuma menang di gaya padahal racenya cuma 3 lap .... hehehehe

Waktu latihan sih ok, tapi pas balapan beneran malah
kedodoran di tengah jalan mungkin karena emosi dan ngotot sehingga begitu start langsung tancap gas pol, dan hasilnya, ya gitu deh ....

11/14/2006

Bali Vertical

Dawn at Sanur Beach


Sunset at Kuta Beach

11/12/2006

Jatiluwih Cycling Tour

Sebetulnya kita sekeluarga lebaran ini akan ngerasain yang namanya ritual mudik lebaran, dan tujuannya adalah kediaman almarhum embahnya anak2 dari maknyak di desa Bulumanis, Pati, Jawa Tengah.

Ritual mudik ini belum pernah sama sekali kita lakukan selama saya menikah dg maknyak, malah kita berdua suka merasa aneh dg bebrapa saudara, teman yang rela bersusah payah bermacet-macetan ria dijalan untuk melakukan ritual mudik setiap lebaran berangkat/pulang, maka dari itu kita se keluarga sangat penasaran dan antusias sekali ingin merasakan ambiance mudik ini, dan bagi anak2 mungkin akan menjadi pengalamannya yang menarik.
Tetapi 2 minggu menjelang lebaran ternyata dengan berat hati dibatalkan, kita yang tadinya sudah semangat dan sempet gembar-gembor kesana kemari kalo tahun ini akan ikut dalam hiruk pikuk ritual mudik cukup kecewa, begitu pula anak2, maka untuk mengobati rasa kecewa itu, saya ber inisiatif untuk mengajak keluarga berlibur ke Bali sebagai gantinya

Singkat cerita akhirnya hari pertama kita sekeluarga berlebaran di Bali, dan disana selama 1 minggu. nah salah satu kegiatan yang saya ingin lakukan dg hobby saya adalah bersepeda gunung dikawasan pegunungan menikmati asrinya pedesaan dan hamparan teras sawah dg sistim subaknya di Bali.

Setelah mencari tau mengenai penyelenggara wisata bersepeda, saya memilih touring di desa yang terkenal sebagai lumbung beras merah, berada di kaki gunung Batukaru/Watukaru yaitu di desa Jatiluwih di kabupaten Tabanan yang menurut informasi medannya relatif datar dan rutenya 80% disekitar persawahan dan melalui jalan2 desa, karena kawatir anak2 dan tukang masak aka maknyak tidak kuat bila medannya banyak tanjakan.
foto teken from http://www.bali.cside.com/kankou/onsen.htm

Dalam paket wisata bersepeda ini, sudah termasuk sepeda jenis MTB, dijemput/diantar dari penginapan, sarapan untuk mengisi energi sebelum start, 1 botol bekal minuman untuk di perjalanan. dan terakhir makan siang prasmanan kumplit. Ternyata perjalanan wisata dg bersepeda yang diselenggarakan oleh mereka ini cukup santai, karena kita banyak berhenti di obyek2 wisata yang menarik sepanjang perjalanan , (hamparan sawah berteras desa para petani yang damai, dan lokasi sumber air panas) walaupun menurut saya cukup santai, tetapi untuk tukang masak wisata ini cukup menyiksa karena jalanan desanya lebih banyak batuan2 lepasnya dari pada jalan mulus maknyak lebih suka explore rahasia masakan bali dari pada ber eco wisata berpanas2 dan musti genjot, kebetulan lagi sepeda yang disediakan kurang memadai sekali, bebrapa komponennya tidak bekerja dg baik.

7/31/2006

Bike To Work day 2006

[ Kurangi POLUSI & MACET, Lebih HEMAT & SEHAT ]Tips memulai Bike To Work


1. Pelajari rute, persimpangan, tempat parkir, lokasi mandi,dsb
2. Periksa kondisi sepeda, seperti tekanan angin ban, rantai, baut-baut,dsb
3. Bawalah peralatan & perlengkapan standard, seperti pompa, ban dalam, kunci-kunci, gembok sepeda, air minum, P3K, dsb.
4. Kenakan perangkat keselamatan, seperti helem, lampu depan & belakang, masker, sarung tangan, dsb.
5. Kenakan pakaian yang sesuai, seperti kaus, bandana, kacamata, sepatu olah raga, dan siapkan jas hujan
6. Siapakan sebelumnya baju ganti, peralatan mandi, dsb
7. Siapkan mental dan fisik seperti berdoa sebelum berangkat & makan pagi secukupnya.
8. Untuk info lebih lanjut bergabunglah ke milis http://yahoogroups.com/group/b2w-indonesia dan ke forum di http://b2w-indonesia.org





7/19/2006

Masih sibuk sama kerjaan ... dan masih tetep addict sama kopi ...

Kalau kita perhatikan warung2 kopi akhir2 ini banyak betebaran di mall2, dari warung kopi lokal sampai warung2 kopi import (franchise) saling uber2 an ngudak penumpang, apa lagi mall2 di jakarta ini tumbuh seperti jamur tanpa bisa dikendalikan, sampe2 anak2 dan remaja bingung kalo mau main bola dimana lagi karena lapangan2 sudah berubah bentuk jadi mall, atau plaza2.
Sebetulnya kopi yang selam ini say minum dengan penyajian ala kopi tubruk itu sudah paling top, dan nikmat buat saya, karena membuatnya mudah dan cepat asal kopinya kopi yang terbaik, apa lagi negara kita terkenal dengan mutu kopi yang prima seperti kopi Toraja, Lampung, Medan Bali dll yang umumnya dari jenis Arabika dan Robusta yang sudah terkenal kelezatannya.

Memang budaya minum kopi ini telah dikembangkan sedemikian rupa oleh bangsa Eropa, padahal sebetulnya kopi itu berasal dari daratan Afrika yang masuk ke eropa melalui Turki, karena orang eropa terkenal mempunyai cita rasa yang tinggi dan selalu ingin medapatkan kualitas yang terbaik, jadi ritual dan cara2 penyajiannya pun pasti lebih disempurnakan artinya biji kopi itu akan diproses/disajikans benar2 samapai sari2 (ekstark biji kopi) tuntas tersaring ke cangkir tanpa sisa, disinilah rasa dan aroma kopi bisa benar2 dinikmati seutuhnya, sedangkan bila menggunakan penyajian tradisional ala kopi tubruk tidak seluruh sari kopi akan keluar walaupun jenis dan merek kopinya sama, ini yang mebuat saya rada repot.

Nah untuk mendapatkan cita rasa yang tinggi itu terpaksa kita harus mampir ke warung2 kopi yang mempunyai mesin kopi kusus itu, dimana mereka menggunakan biji kopi pilihan dan betul2 fresh, kemurnian air, suhu dan kepekatn kopinya pun pasti lebih terkontrol.
Untuk pecandu kopi seperti saya dan selalu sibuk di rumah/kantor tentu repot kalau harus mondar mandir ke mall apalagi kalo kerjaan lembur mall sudah tutup, jadi saya biasanya membuat sendiri esppresso di rumah/kantor (rumah dan kantor jadi satu jadi lebih repot bagi waktunya ternyata) dengan menggunakan Moka Pot yang rasanya pun beda2 tipis.(kalo beli mesinya sih ga cucuk dah sama pemasukan)


Bagi pecandu espresso dan tidak sempat/repot ke mall cukup membeli Moka Pot lebih praktis dan tidak terlalu mahal, saran untuk rasa/aroma yang prima beli moka pot dari alumunium merek Bialetti, yang saya gunakan di foto ini adalah Moka Pot bikinan lokal entah mereknya apa tapi lumayan bagus juga cuma gasketnya sering bocor sedikit, dan cara penyajiannya adalah sebagai berikut.

Siapkan Moka Pot yang terdiri dari 4 bagian itu, bagian bawah tempat air penyeduh, bagian tengah corong tempat bubuk kopi, filter plus gasket diantara bagian tengah dan atas, dan bagian atas sekali tempat kopi jadi yang sudah diseduh yang akan keluar melalui pancuran kecil ditengah2 atas bagian ini

Isi bagian bawah dengan air samapi batas valve, lalu isi corong dengan bubuk kopi samapi kira2 hampir penuh dan ratakan jangan dipadatkan (gunakan kopi grain halus untuk espresso, jangan gunakan kopi grain kasar yang untuk mesin kopi saring), masukan corong berisi kopi kedalam bagian bawah yang berisi air, lalu tutup bagian atas dengan saringan pastikan gasket betul2 rata menempel dibibir atas corong, kemudian tutup bagia atsanya dengan bagian atas, putar dan kencangkan bagian atas dan bagian bawah baik2 supaya tidak ada air keluar dari celah ini ketika tekanan air naik melalui corong karena panas.

Tahap selanjutnya letakan pot diatas api kecil sedang, jangan terlalu besar, tunggu sebebtar hingga air di bawah mendidih dan mulai naik kebagian corong yang berisi kopi dan akhirnya akan keluar perlahan2 dibagian penampungan kopi melalui pancuran kecil, apabila kopi yang keluar dari pancuran mulai kencang dan nyemprot segera kecilkan dan matikan apinya dan biarkan sisa kopi keluar sampai berhenti sendiri, sampai tahap ini kita sudah dapat menikmati espreso senikmat di warung2 kopi yang di mall2 itu apaun brandnya walaupun dengan proses ini espresso yang disajikan kurang ber crema (buih pekat kopi).

banyak juga yang suka capucino karena rasanya lebih lembut, ini pun sangat mudah membuatnya, karena bahan dasarnya adalah kopi espresso ditambah susu panas yang di buihkan, dan untuk mebuihkan susu dengan mudah kita bisa beli pengocoknya di swalayan2 dengan harga murah.
Berikut cara menyediakan cappuccino dengan mudah, Campurka 1/3 bagian espresso, 1/3 bagian susu panas,dan terakhir toping dengan 1/3 buih susu yang telah disiapkan sebelumnya seperti berikut.

Caranya siapkan susu cair di dalam gelas kocok sebanyak 1/5 bagian atau pada batas max, masukan kedalam mikro wave sebentar +/- 1 menit untuk menaikan suhunya, setelah itu kocok2 dengan pengaduknya hingga berbuih dan padat

Selain seperti cara diatas, Ada bermacam2 cara menghidangkan kopi, ada dengan cara kopi diseduh/disiram langsung air mendidihdi di wadah yang disebut French Presses dahulu dan terus di tekan dengan saringan ampas kopi metode ini mirip dengan pembuatan kopi tubruk cuma bedanya ampas kopinya tidak disaring dan langsung di seduh di cankir, ada dg cara kopi diseduh didalam wadah saringan/filter Drip Brewers lalu kopi yang menetes ditampung kedalam pot yang bisa tetap panas, dan ada yang diseduh diatas api langsung didalam teko ini biasa dilakukan secra tradisional oleh penduduk disebagian wilayah Indonesia dan di Arab

7/12/2006

Jalur Pipa Gas AKA "JPG"

Banyak yang sudah tau atau dengar nama "JPG", tapi banyak juga yang belum tau apa dan dimana JPG itu. JPG Adalah singkatan dari "Jalur Pipa Gas", ya memang betul di area itu terpasang pipa gas bawah tanah milik negara. Diatas jalur pipa ini adalah jalur tanah yang tidak boleh ada bangunan diatsanya, atau kendaraan roda empat melintas diatasnya, jadi sepanjang jalur ini adalah jalur off road (tanah,rumput, batu2an) yang asik untuk dipakai ber MtB. Saya bersama teman JPG'er pernah menelusuri jalur ini samapi ke Depok. Kita berangkat dari warung ketan di JPG, Jombang, Tanggerang, atau lebih dikenal dengan sebutan Empok Kafe dan finishnya dihutan lindung UI, Depok.

Lokasi JPG ini terletak di desa Lengkong Gudang Timur (LEGUTI), BSD-Jombang, Tanggerang, dimana para pengemar sepeda gunung di akhir pekan atau hari2 libur baik perorangan, club atau grup biasanya datang untuk melakukan bebrbagia aktifitas dengan sepeda gunungnya masing2. Mereka yang tinggalnya tidak terlalu jauh sekitar 20 km an atau lebih sedikit biasanya datang langsung dengan mengendarai sepedanya, sedangkan yang jauh2 biasa datang dengan membawa sepedanya di mobil. Lokasi in bisa dikatakan semacam Bike Park untuk umum dan dikelola bersama2 para MtB'er yang sering bermain disini dan tidak dipungut biaya, tetapi kadang2 beberapa pengunjung secara suka rela menitipkan uang pada kotak kenclengan yang tersedia di Empok Kafe untuk biaya perbaikan sarana lintasan yang biasanya kita meminta jasa penduduk setempat untuk mengerjakan prbaikan jembatan bambu atau pembabatan2 tumbuhan2 / phon2 liarnya.

Sebetulnya lokasi JPG ini sudah ada sejak tahun 1995 dan sudah digunakan oleh beberapa club MtB untuk latihan ataupun event balapan, pada tahun 1998 lokasi ini krisis pengunjung mungkin akibat dampak dari krismon yang pernah kita alami. Di tahun 2001 dengan semangat yang besar, beberapa orang anggota club yang dulu malang melintang disini mulai bergerilya mencari MtB'er lama atau baru untuk mau main lagi disini, dan hasilnya JPG kembali ramai oleh pengemar olah raga sepeda gunung dan sampai sekarang lokasi ini tidak pernah sepi lagi, tiap tahun banyak muka2 baru yang hadir, sedangkan muka2 lama kadang muncul kadang absen tapi secara keseluruhan JPG tetap ramai kembali.

Disini para MtB'er bisa ber lintas alam sepanjang 6,5 km satu putarannya di lintasan yang sengaja dibuat ini. MtB'er diajak menyusuri beberapa desa dengan melintasi jalur2 hutan bambu, sawah2, ladang penduduk, empang yang kondisinya masih sangat asri dan sejuk, peta lintasannya seperti foto diatas. Terima kasih buat IGO yang telah mebuat peta ini dengan peralatan GPS nya. Dan untuk detail mengenai karakter dan tingkat kesulitan lintasan di JPG ini bisa baca reviewnya di Blognya IGO

Dari sini juga banyak yang melakukan aktifitas touring ke arah Bogor melalui Parung atau ke arah Karawaci Tangerang melelui desa Cihuni yang lintasannya hampir mirip2 di JPG, dan harus menyeberangi kali dahulu Cisadane yang lumayan deras arusnya dengan menggunakan rakit bambu, biasanya mereka yang melakukan touring berangkat dari "Empok Kafe" pukul 8.00 dan baru kembali lagi paling lambat sekitar pukul 15.00

Untuk beberapa atlit lintasan JPG ini dipakai juga sebagai salah satu sarana latihan rutinnya, sayangnya lintasan di JPG ini memang tidak permanen jadi sewaktu-waktu dapat berubah/bergeser kearah lain sesuai dengan kebutuhan lahan oleh penduduk setempat.

7/10/2006

Gedung Tua Museum Fatahilah

Sudah lama tidak sepedahan ke daerah kota, karena selain jauh dari tempat tinggal saya, saya lebih memilih untuk ber olah raga lintas alam dengan sepeda MTB saya kedaerah pedesan Serpong, Tanggerang secara rutin yang berjarak kira-kira 20 km dari rumah. di daerah ini saya bisa menikmati udaranya yang jauh lebih bersih tidak berpolusi, kita bisa menikmati suasana persawahan, hutan bambu, dan desa2 yan masih asri, sekaligus rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan berkerja sehari-hari.

Tetapi minggu yang lalu sempat kangen juga jalan2 kekota, jadi pagi2 sekali sekitar pukul 6.30 saya start dari rumah di daerah Rempoa, Ciputat genjot kedaerah kota, karena biasanya pada hari minggu jalan2 protokol ditutup untuk kendaraan bermotor jadi saya bisa santai dengan menikmati udara yg cukup nyaman, memang setiap hari minggu banyak pengemar olah raga bersepeda mengunakan kesempatan ini dan biasanya mereka berkumpul di daerah Silang Monas.

Setelah sampai didaerah kota saya sempatkan berkeliling melihat-lihat bangunan tua peninggalan pemerintah Kolonial Belanda, yang sayang sekali beberapa gedung sangat kurang sekali perawatanya dan telah berubah fungsi menjadi gudang2, singkat cerita sebelum kembali ke rumah saya istirahat sejenak di pelataran gedung Fatahilah yang terletak di Jalan Taman Fatahillah # 1, dibangun awal abad ke-16, tepatnya tahun 1707 yang dahulunya gedung ini merupakan Stadhuis (Balaikota) kota jakarta era pemerintahan kolonial Belanda.

Pagi ini bangunan ini terlihat sangat anggun dan damai sehingga tergelitik saya untuk mengabadikan jejeran jendela2 yang berbaris rapi seperti prajurit kompeni pada zaman nya, padahal di hari biasa suasana disekitar gedung sangat semerawut, jalan2 macet, bising, banyak tukang2 dagang mangkal, sehingga keanggunan gedung ini tenggelam dengan kesemerawutan aktifitas perdagangan yang memang sebagian besar berpusta disekirtar kota ini.

7/07/2006

Liburan telah tiba ... pakde kelabakan ...


Biasanya anak2 kalo liburan ngajaknya plesiran kemana aja beberapa hari asal tidak dirumah, karena jenuh setahun bekutet sama pelajaran yang di Indo banyak banget yang harus dipelajari, tapi kok bisa ada sekolah yg kelulusanya cuma 0% AKA tidak ada yg lulus sama sekali?? Salah dimana?? Makin tidak ngerti sistim pendidikan sekarang.

Nah masalah plesiran ini yang bikin kelabakan karena kerjaan numpuk dan jadwal kerjaan tidak sama dengan jadwal sekolah si bungsu yg masih duduk di bangku sekolah dasar, kalau yang sulung sudah tidak masalah karena dia sudah di perguruan tinggi dan liburan ini ngambil paket semester pendek.
Jadwal goes mingguan ke Jalur Pipa Gas dan sekitarnya juga ikut berantakan, apa lagi jadwal B2W jumat malem kumpul di Put Put sebulan sekali aja ga sempet.

Memang rasanya tidak enak kalau tidak bisa memenuhi, seperti punya tanggung jawab moral karena sekarang gilirannya pak de untuk bersam dia karena selama 2 semester kan sudah full dg kegiatan disekolah dan bergaul dg guru2 nya.
Tapi apa mau dikata kebetulan pekerjaan baru mulai tahap pengajuan yang tidak mungkin di tinggal, akhirnya terpaksa mak nyak yang angon si bungsu sendirian, dan karena sendirian akhirnya cuma plesiran didalam kota, dan untuk menyibukan dia dirumah mak nyak membelikan beberapa mainan berupa project supaya hari2nya dirumah bisa cukup sibuk, terima kasih mak nyak atas pengertiannya ... I love you ...

Ternyata project itu memang sangat membuat dia sibuk, karena project ini berupa bangunan yg harus dibangun dg menggunakan miniatur bata keramik, genting keramik, dan kusen plastik yg harus didirkan dengan menggunakan perekat mortar kusus yg agak lam keringnya, karena lama keringnya pertama kali dibuat bangunan ambruk, setelah lantai kedua dibangun, sebelumnya juga gagal karena dibangun hanya sebidang dinding dahulu, terpaksa pak de turun tangan untuk mebantu memberikan pengertian mengenai konstruksi membangun dinding bata dan cara merekatkan bata dg mortar, setelah bebrapa kali ambruk, karena terburu2 dan kurang sabar, akhirnya project selesai jugadalam waktu 4 hari. Maaf ya Dip tahun ini liburannya ga bisa ke mana2, main sendiri ya dirumah sama ibu.

7/03/2006

Efek Caffeine dan Penggoes


Saya termasuk orang yg suka minum kopi, mungkin juga sudah termasuk kecanduan, dan bila ke Bandung sudah pasti harus menyempatkan mampir ke Pabrik Kopi Aroma yang sudah berdiri sejak tahun 1930 itu untuk membeli biji2 kopi yang masih segar.

seberapa parahnya saya denngan kopi ini saya tidak tau, tetapi untuk kopi tubruk yang kental dan pait saya bisa menghabiskan 5 cangkir per hari, bahkan kalau udara lagi panas saya biasa ambil kopi dilemari es sisa semalam yg tidak habis sewaktu saya mengekstrasi kopi dengan moka pot (ukuran 6 cangngkir espresso) dan ditambah es batu .... bener2 nikmat, buat saya coca cola kalah seger dah.

Nah sebetulnya untuk penggoes sepeda jarak jauh ternyata Caffeine ini sangat bermanfaat menurut sebuah artikel yang kebetulan saya baca, Masih kata peneliti dan juga
tulisan dalam penelitian US Olympic Training Center di Colorado untuk para penggoes yg terlatih, bahwa dengan mengkonsumsi 330-450 mg Caffeine satu jam sebelum latihan dapat meningkatkan kemampuan goesnya sebesar 25% sebelum kelelahan.

Juga oleh Peneliti dari
Mayo Clinic Harvard School of Public Health USA menyebutkan bahwa minum dua samapai empat cangkir kopi sehari dapat terhindar dari beberapa penyakit, seperti kangker usus 25%, batu empedu 45%, sirosis hati 80% dan asma 50%.

Menurut mereka, mengkonsumsi kopi sebelum latihan berpengaruh pengaruhnya adalah sbb. Caffeine men stimulasi tubuh supaya medahulukan/meningkatkan penggunaan lemak sebagai bahan bakar utama pada saat latihan, Ini akan menyebabkan penggunaan Glycogen (Carbohydrate) menurun (bukan sebagai bahan bakar utama) sehingga Glycogen dapat berfungsi sebagai cadangan tenaga, dan hasilnya bisa goes lebih lama dan lebih kuat sebelum kelelahan. (biasanya justru Glycogen lah sebagai bahan bakar yg pertama dipakai sampai habis dan sisanya dari lemak, padahal cadangan glycogen lebih kecil dibanding cadangan lemak dalam tubuh). Untuk kebutuhan tersebut diatas bagi penggoes telah dibuat power gel yg mengandung caffeine

Tetapi apakah efek Caffeine ini juga mempunyai efek terhadap orang yang terlalu banyak minum kopi setiap harinya seperti saya? Selain bermanfaat menurut saya Caffeine juga ada efek buruknya bila dikonsumsi terlalu banyak apa lagi bagi penderita mag.

7/02/2006

Selamat Ulang Tahun Jakarta



Selamat ulang tahun kota Jakarta yang ke 479 ...
Kota Jakarta sudah semakin tua ... tetapi semakin tua semakin menjadi ... menjadi tak terkendali.

Tingkat Polusi semakin meningkat, kemacetan lalulintas dimana-mana, pembangunan acak-adut, dsb, dsb.

Sudah lah masalah Jakarta kalau hanya dibicarakan saja tidak akan selesai-selesai, maka dari itu saya pribadi sudah sejak tahun 2003 bergabung dengan komunitas pekerja bersepeda, selain karena hobby bersepeda, juga tidak sampai hati melihat semakin parahnya tingkat polusi di Jakarta yg sudah menduduki peringkat ke 3 terburuk di dunia.

Memang tindakan teman2 Komunitas Pekerja Bersepeda ini tidak banyak membuat Jakarta semakin membaik tingkat polusinya, tetapi paling tidak kita sudah perduli dan dg tulus melakukannya, semoga kelak anak cucu kita bisa menikmati Jakarta yang aman, damai dan asri

Komunitas Pekerja Bersepeda
WWW.b2w-indonesia.or.id

7/01/2006

ex LOKAL vs ex LUAR

Frame Optimist - Traxer, Componen Shimano - Deore LX, Rim Mavix 221, Ban Panaracer - Dart Smoke, Shock, RST - CAPA, Shifter Sram 8 Speed


gw neh gi nyepedahFenomena produksi barang ex lokal dengan barang ex luar memang tidak pernah berhenti dibicarakan, yang jelas sekarang image barang ex lokal itu payah deh pokoknya.
Padahal produsen2 luar sebetulnya banyak yang membuat pabriknya disini ... misal sepatu, baju2 sport, dll, yang jelas mutunya pun pasti di kontrol oleh pihak juragannya dari sana itu.

Sehubungan diatas saya mau cerita sedikit dengan sepeda MtB saya, sudah lama memang saya senang olah raga bersepeda tetapi setelah mulai lebih serius kira2 tahun 1998 saya berfikir untuk membeli sepeda yg lebih bagus performanya dari segi geometrinya, bahannya, bobotnya dan bisa dipake race sekali2(spek kompetisi). Karena sebelumnya pake sepeda MtB tapi jenis touring dan bukan buatan lokal.

Karena baru serius dan kondisi kantong lagi mepet maka jatuh pilihan pada frame MtB buatan lokal, menurut saya frame ini cukup bagus dari segi geometrinya, bobotnya dan kekuatanya, bahwa frame ini harusnya bisa dipakai sedikit ajrut2 an atau balapan cross country minimal.
Setelah selesai merakit (penapakannya seperti foto yang diatas) dan dites ternyata memang frame ini manouvernya luar biasa cukup agresif untuk dipakai race.

Ternyata frame ini dari segi kekuatanya kurang baik, karena setelah sekian lama dipakai ajrut2 an mulai ada retak di BB (Botom Bracket) shelnya, saya coba untuk mengelasnya dan di pakai lagi ternyata juga tidak bisa bertahan lama.
Sedangkan rekan lain yg memakai frame yg sama juga mengalami retak di daerah pertemuan Seat Tube dan Top Tubenya.

Kesimpulan saya barang2 ex lokal sebetulnya tidak jelek2 amat tapi mungkin karena sistim pengawasnnya saja yg kurang, dan dijual untuk konsumsi lokal jadi produksinya tidak memperhatikan standar mutu internationalnya, dipikir toh yg beli orang2 kita saja yang penting kan mereka bisa beli murah padahal setau saya frame ini juga dipasarkan ke luar negri, ke UK tapi pasti mutunya beda.
Tetapi belakangan ini sepeda MtB produksi lokal sudah baik, hanya untuk yang spek kompetisi memnag belum memadai.

Ada cerita lucu dari sepupu saya yang pergi berlibur ke Amrik bersama keluarganya, mereka kebetulan lupa membawa kamera padahal kalau kita berlibur keluar kota atau keluar negri pasti tidak akan pernah absen bikin foto2.
Singkat cerita akhirnya diputuskan beli camera saku merek Fujica yang murah meriah dan cukup bagus untuk dipakai foto2 liburan.
Setelah puas jepret sana jepret sini dan foto akan dicetak baru ketahuan kalau camera tersebut ternyata buatan Indonesia, dan dengan senyum kecut dan dala hati berpikir buat apa jauh2 beli kamera kalo ternyata buatan negara sendiri ....

6/30/2006

Bike to Work Day

Tau ga?? Nyepedah adalah pilihan yang jitu untuk tetap menjadi bugar dan merasa lebih "Jreng", juga cara yang jitu untuk menghemat "Kantong", juga membantu menciptakan lingkungan yg sehat.

Apabila anda telah melakukan olah raga bersepeda mingguan pasti sudah tau manfaatnya terhadap diri anda dari kebiasaan itu

Tapi tunggu dulu ... Apabila anda belum pernah mencoba bersepeda untuk hal2 lain yang lebih praktis, sbetulnya anda telah kehilanngan seautu yang jauh lebih menguntungkan.

Mengunakan sepeda ketempat kerja mengapa tidak ....??
Dengan bersepeda ke tempat kerja membuat stres kita jauh berkurang dibanding terkurung dalam kendaraan karena terjebak kemacetan pada saat jam2 sibuk (berangkat/pulang kantor), menghemat banyak untuk biaya bahan bakar, membuat merasa lebih bergairah dan siap setiba di kantor.

6/29/2006

Let's Bike To Work

Save Gasoline, No Polution, Less Traffic, Save Money, Healthy & Fun

Menggunakan sepeda ke tempat kerja? Mengapa tidak?

Tau gak siy… kalo bersepeda itu adalah cara yang keren untuk menjaga bodi kalian tetap bugar. Selain itu kamu juga bisa menghemat uang sekaligus menjaga lingkungan.

Kalo kamu selama ini menggunakan sepeda untuk rekreasi, pastinya kamu sudah merasakan dwonk manfaatnya untuk kesehatan kamu.

Tapi tunggu dulu!!
Apabila kamu belum pernah mencoba bersepeda untuk hal-hal lain yg lebih praktis, sebetulnya kamu telah kehilangan sesuatu yang bisa jadi lebih menguntungkan logh!

Kepikiran gak siy… kalo bersepeda ke tempat kerja bisa mengurangi stress dibandingkan duduk terkurung selama kepadatan lalu lintas, bisa menghemat uang untuk membeli bahan bakar, dan membuat kamu lebih bersemangat dan siap dalam menghadapi hari ini.

Nah… Apa yang harus kamu lakukan untuk membuat suatu perubahan?
Cobain ini: 

* Bersepeda ke tempat kerja atau ke kampus paling tidak 1 kali seminggu.
* Kalo kebetulan kamu berkerja/berkantor di rumah, keluarlah berkeliling dengan bersepeda sekitar 30 menit dan kembali ke rumah/kantor, atau bersepeda apabila ingin membeli beberapa keperluan ke warung.
* Paculah semangat untuk bekerja dengan bersepeda pada setiap bike-to-work day (tentukan sendiri atau bersama grup waktunya, misal: setiap Selasa atau Jum’at)
* Cari teman pekerja bersepeda (ikuti milis b2w untuk mencari teman satu rute). Apabila punya club nyepeda ajak aja temen satu klub untuk nyepeda ke tempat kerja bareng.
* Satu saat coba ajak teman kerja kamu yg belum pernah bersepeda untuk mencoba bersepeda ke tempat kerja bersama, tapi cari jalur alternatif yg relatif lebih aman, dan lebih kalem nyepedanya.
* Coba cari tau apakah ada komunitas pekerja bersepeda di kota kamu, kalo belum ada kenapa gak coba pikirkan untuk mulai membuatnya dari diri sendiri dan lingkungan teman satu club kamu.

Beberapa Tips:

* Berangkatlah kekantor seperti biasa pada hari Senin (berkendaraan bermotor) denganmembawa beberapa pakaian ganti plus kebutuhan lainnya untuk 2 ~ 4 hari, jadi selanjutnya kamu tinggal gowes ke kantor dengan santai.

* (Ini saya rubah karena belon ada fasilitas publik transportasi yg punya fasilitas ini)Apa bila tempat tinggal agak jauh, kamu bisa menitipkan kendaraan kamu di rumah teman atau keluarga yg kira-kira tidak terlalu jauh dari kantor.

* Gunakan helm dan patuhi peraturan lalin, ingat tetaplah sopan di jalan raya, membuat pengemudi kendaraan lain kesal sangatlah membahayakan

* Coba cari tau tempat-tempat memarkir sepeda yg aman di kantor anda, karena tidak semua kantor mengizinkan memarkir sepeda di dalam gedung.