10/23/2008

Laird Hamilton’s Training Plan

Tidak sengaja menemukan Program Latihan Core ini, latihannya sangat sederhana bisa dilakukan di rumah dengan atau tanpa alat, tanpa batas usia. Latihan ini menekankan betapa perlunya latihan bagian Core kita, karena bagian Core adalah bagian dimana Upper/Lower Body kita bertumpu.

Latihan2 ini "Laird Hamilton's Training Plan" cocok untuk para pencinta olah raga Sepeda Gunung, dimana olah raga Sepeda Gunung adalah salah satu olah raga Aerobik/Cardio yang sangat menyenangkan, karena kita berolah raga diudara terbuka, dengan lingkungan yang segar, asri, dan dapat sekaligus malakukan rekreasi (daya jelajahnya relatif jauh) dengan pemandangan alam yang indah.

Dengan olah raga Sepeda Gunung kita tidak saja melatih jantung dan endurance kita tetapi juga melatih, Lower Body streght, keseimbangan dan refleksi otot kita, selain itu olah raga bersepeda adalah salah satu olah raga yang low impact selain olah raga renang.
Dengan melatih bagian otot Core kita (9 latihan dasar dan 7 latihan variasinya), secara tidak langsung juga melatih Upper/Lower body strength kita, latihan ini akan bentuk/mengencangkan otot secara proposionil tetapi tidak mebuat badan kita berotot seperti binaragawan.

Latihan ini perlu banget selain untuk fitnesh juga untuk meningkatkan handling dan balance diatas sepeda, selain itu dengan otot uper/lower body yang kuat akan melindungi tulang, organ2 didalam tubuh kita apabila mengalami benturan atau jatuh dari sepeda hingga tidak mudah terkilir atau cedra lebih serius, karena otot kita menjadi lebih kuat dan lentur.

Training Plan ini juga melatih otot Upper/Lower body kita secara individu, latihannya tidak perlu dengan beban yang berat dan setiap hari (3x 1Minggu sudah cukup) yang penting jumlah pengulanngannya cukup banyak, dan dilakukan secara teratur dan konstan.
Yang penting kita mau meluangkan waktu sedikit, melakukan dengan intensif tetapi santai tidak ngotot, makan makanan sehat dengan teratur dan istirahat yang cukup. Insyaallah badan sehat, body keren, rejeki makin lancar ... kekekek.

Selamat mencoba.

9/23/2008

Menentukan ukuran sepeda gunung

Dimana sebenarnya pengaruh memakai sepeda dengan ukuran yang pas?

Jawabnya sebetulnya sederhana, pengaruhnya persis seperti memakai sepatu dengan ukuran yang pas, dipakainya nyaman, tidak bikin lecet karena kekecilan atau tidak bikin keserimpet karena kedodoran, intinya selain aman buat yang memakainya juga akan lebih PD untuk melakukan sesuatu.

Nah kalo hubungannya dengan sepeda jelas lebih banyak lagi anggota badan yang merasakan pengaruhnya,(bagian leher, pinggang, persendian2) dan yang terpenting seberapa nyaman/ mampu kita ber manuver dalam kondisi lintasan apapun dengan sepeda baik untuk balapan maupun rekreasi.

Jadi jelas untuk yang serius olahraga bersepeda atau sering bersepeda jarak jauh terutama yang mengunakan sepeda gunung jenis full suspensi, disini size, geometri dan setingan yang pas menjadi sangat membantu sekali, apalagi ditambah dengan pemakaian sadel, stang, grip, yang ergonomik.

Untuk sepeda jalan raya lebih mudah menetukan patokannya ketimbang untuk sepeda gunung, pembuat sepeda jalan raya cukup hanya berkonsentrasi diukuran seat tubenya saja, sedang ukuran yang lain2 sudah setandard (top tube, down tube, seat stay, dll).

Sedang menetukan patokan ukuran untuk sepeda gunung lebih rumit, karena banyaknya jenis2 geometri frame yang dibutuhkan ada hard tail (memakai suspensi depan dengan travel yang beda2) dan frame full susp dengan panjang travel suspensi belakang yang beda2 juga (xc, am, dj, dh, dll), yang artinya seat tube idealnya pun jadi beda2 juga tergantung model framenya tadi.

Dibawah ini beberapa penjelasan data2 yang dikeluarkan oleh fit calculatot

1. Standover height
Dengan kasus2 seperti diatas, maka sebagai bencmark terbaiknya adalah dngan memasukan standover clearence, ini adalah jarak dari paling atasnya top tube (di posisi tengah2 antara seat tube dan head tube) dengan tanah. apa bila frame yang digunakan tinggi standovernya kependekan buat seseorang begitu pula head tubenya jadi pendek, ini membuat posisi handle barnya jadi rendah yang mengakibat kan stres pada leher dan pinggang.

Jika frame dengan standovernya ketinggian, maka sepeda akan kurang lincah bila ber manuver di lintasan singgle trak dan akan terasa lebih kaku untuk manuver2 menghidari rintanagn2, tapi jika tinggi standovernya pas maka akan serasa lebih balance, lincah, dan nyaman dibawa ber manuver meliuk2 sepanjang lintasan.

Karena frame sepeda full suspension umumnya mempunya jarak bb ke tanah lebih tinggi dan membutuhkan pennyetelan bagi sag nya, maka ketinggian standovernya umumnya lebih besar dibanding untuk sepeda hardtail, maka diperlukan 2 ukuran standover, satu untuk sepeda HT dan satu untuk sepeda FS.

2. Virtual top tube range.
Ini sebetulnya bukan ukuran sebenernya top tube itu sendiri, lebih kepada standar pembuatan sepeda mtb untuk menetukan ukuran dengan cara membuat garis paralel denngan tanah secara imajinari, sepanjang top tube dari mulai tengah2 seat tube ke tengah2 head tube

Ini juga dikenal sebagai "efektif top tube", tidak ada satupun geometri sebuah frame yang enak dan nyaman dampaknya selain pengaruh dari top tube ini, jadi apabila ingin lebih fokus pada satu ukuran jadilkanlah patokan ukuran ini.

3. Stem lenght
Ukuran ini menujukan ukuran panjang stem yang ideal. juga menetukan jenis sudut stem apakah medongak atau datar.

4. BB - Saddle position.
Ini adalah ukuran sepanjang seat tube, mulai dari pusat as bb hingga puncak dari sadel. ini patokan pertama untuk tingi sadel, yang nantinya akan di sesuaikan lagi dengan penggunaan cleat dan panjang pedal, atau tebalnya sadel, umumnya berkisar 2 cm

5. Saddle-Handlebar
Ukuran ini berkaitan antar pemilihan panjang stem dan maju/mundurnya posisi sadel, diukur dari hidung sadel hingga sisi terpendek handle bar (tengah2), dengan selalau berada dalam patokan ini maka dalam posisi ideal berat tubuh tidak akan terllu berat kebelakang atau terlalu kedepan.

Data2 yang diperlukan "fit calculator" untuk menghasilkan ukuran frame off road yang tepat sesuai pengendaranya adalah.

1. Ukuran inseam
2. Ukuran trunk
3. Ukuran forearm
4. Ukuran arm
5. Ukuran thight
6. Ukuran lower leg
7. Ukuran sternal notch
8. Ukuran total body height

Hasil yang keluar dari fit calculator ini natinya, selain data yang diperlukan untuk pembuatan custom frame, juga menghasilkan ukuran umum untuk frame siap pakai yang ada sbb.

1. Hardtail Satndover height
2. Full suspension Standover height
3. Virtual top tube
4. Stemp lenght
5. BB - Saddle position
6. Saddle - Handlebar

9/10/2008

Lance Armstrong Jajal MTB.

Lance armstrong juara Tour de Franc 7 kali finish #2 di kejuaraan MTB Leadville trail 100, Colorado (100mile atau 160km)

Juara satu Dave Wiens yang finish dengan ban belakang kempes mencatat waktu 6 jam 45 menit 45 detik (13 menit lebih cepat dari record yang dibuatnya satu tahun yang lalu) sedang Armstrong 1 menit 56 detik kemudian.

Kata Armstrong ... "I was empty at the end just in terms of fuel. I just haven't had seven-hour rides," ini adalah race pertamanya setelah lama absen/pensiun dari balapan sepeda jalan raya.

"At the end I realised I was thoroughly cooked, but I said, 'I am having a good time,'" Kata Armstrong lagi.

"That's why I wanted to come out here. I didn't expect to beat this guy so I just wanted have something out there to shoot for, train for, stay in shape for and it was a blast. It really was."
foto diambil dari mba dot com

Jadi apa dia akan kembali?


"I think so," tambahnya... "I won't come back unless I'm in shape. And I feel like I'm in decent shape. You can't show up to this race if you're not in shape. So it just depends on how I train. I'd love to be back."

Armstrong dengan Trek Top Fuel 9.8 full suspension (dibawah 12kg)
Dengan komponen2:

Avid Juicy Ultimates dengan 140mm rear Stan’s rotor.
Bontrager Race X Lite wheels dengan Bontrager Jones XR Team Issue Tubeless Ready Tires.
Bontrager XXX Lite Riser Bar and Bontrager X Lite Stem.
Bontrager Race X Lite Carbon Bottle Cage
Shimano XTR Cranks, Derailleur (rapid rise), Cassette, shifters and Chain.

Crankbrothers 4 Ti Candy pedals
Nokon cable housing
SID World Cup fork w/handlebar lockout

DT Swiss rear shock w/handlebar lockout
Bontrager Race Lite lock on grips

Weins dengan Rotwild R.R2 Team, full suspension (dibawah 11kg)
Dengan komonen2:

Ergon GX2 Carbon grips

Magura MD 100 R fork with handlebar lockout

DT Swiss XR Carbon rear shock

Thomson Elite 4X stem
Thomson Masterpiece seatpost
DT Swiss XR 1450 wheels
Shimano XTR drivetrain
Shimano Rapidfire Plus shifters
Shimano XTR pedals
Formula Oro brakes

Continental Explorer Supersonic 2.1 tires
Continental Race Light tubes
Terry Carbon saddle

Lance Armstrong's Cycling Comeback! 2008 Leadville Trail 100 Video




9/03/2008

Dirgahayu Komunitas Bike to Work Indonesia ke III


Bike to Wor Day akbar yang ke tig
a, tahun 2008 ini digelar pada hari Jumat 29 Agustus, saya bersama 2 orang B2W'er oom Agus dan oom Onny yang kebetulan sekomplek di perumahan Puri Flamboyant , Rempoa, Ciputat (sudah menjadi kebiasaan para b2w'er ini menyapa rekan2nya dengan panggilan oom atau tante baik untuk yang tua ataupun yang muda) minus oom Ozy karena harus duluan berangkat ke lokasi di Silang Monas lebih pagi lagi, kita berangkat pagi sekitar jam 5 an, untuk bisa gabung dengan Rombongan Selatan (ROSELA) di perempatan Papilon, Pondok Indah sekitar jam 05.15 nguler menuju Silang Monas.


Memang pada awalnya ide Bike to Work yang nyeleneh ini datang dari beberapa JPG'er, sebutan untuk para Mountain Bike'er yang biasa melakukan aktifitas dengan sepeda gunungnya di JPG (JPG atau Jalur Pipa Gas, berlokasi di desa Lengkon Gudang Timur, sekitar BSD) karena beberapa JPG'er ini se hari2 nya memang sudah melakukan B2W, pada awalnya pelaksanaan ide ini disepakati/dilakukan oleh kalangan JPG'er tetapi kegiatan ini juga diisukan/mengajak teman2 pencinta MTB lainnya melalui milist MTB-Indonesia yang pada saat itu sarana komunikasi kita antar penggemar olah raga MTB ini adalah milist ini, dimana salah satu member milist ini yang paling aktif dan sangat antusias dengan b2w adalah oom Toto.
Pada tahun 2004 (6 Agustus 2004) Sempet berfikir untuk lebih serius menularkan B2W ke masyarakat ibu kota dengan mencoba melakukan kampanye dadakan dengan mengajak teman2 penggemar sepeda gunung di JKT, dan caranya adalah sengaja ber ramai2 turun ke jalan raya pada saat kondisi jalan2 protokol di JKT mengalami kemacetan yang parah, yaitu di jam2 sepulang kantor dengan masing2 orang memasang selogan2 menarik yang ditulis/print diselembar kertas A4 yang ditempel di belakang/di punggung dan didepan dengan harapan pengendara kendaraan lain bisa memahami apa yang sebenarnya yang sedang kita harapkan dengan ber kampanye ini.

Pada saat ini lah pertama kali gambar/desain yang terpasang di logo B2W sekarang ini muncul dalam bentuk sablonan yant tercetak di bagian punggung kemeja kerja putih tang
an panjangnya oom Abby salah satu JPG'er yang paling antusias melakukan B2W, sablonannya dikerjakan sendiri dengan ter buru2 karena untuk keperluan kampanye sepulang kantor.
Tapi sekarang oom Abby malah segen masang bike tag ber logo B2W itu disepedahnya kalo lagi berangkat ngantor, bukan karena apa2 cuma karena takut bikin comunitas B2W tercinta ini yang sekarang sudah makin besar dan menjadi perhatian publik namanya jadi jelek karena nalurinya yang ga bisa nahan liat trotoar ngangur pasti buat di pake ajrut2 an dan srantal sruntul naik turun sepanjang pedestrian.

Dengan ajakan/informasi melalui situs/milist mtb-indonesia, dan beberapa media radio waktu itu akhirnya kita berhasil mengngumpulkan sebanyak kurang/lebih 100 an penyepada yang sebagian besar para mtb'er dan sebagai meeting pointnya pada saat itu dipilh di Plaza Danamon Sudirman, dan diliput oleh berbagai media masa, cetak, elektronik lokal maupun luar.

Sebenarnya kita tidak terbayangkan hingga sebesar ini peminatnya/dampaknya, kita sudah cukup senang dan sangat menghargai apabila ada sesama pehobby olahraga sepeda yang selama ini kekantornya dengan kendaraan bermotor mau ber B2W dengan kondisi jakarta yang semakin parah dibanding sewaktu kita mulai nyoba/mengajak ber B2W beberapa tahun lalu, tetapi ternyata sekarang B2W sudah bisa nembus hingga jajaran Mentri, bahkan sampai RI-1, ini bener2 diluar bayangan kita dulu, saya gembira dan banga melihat komunitas B2W menjadi seperti sekarang ini dari bebrapa glintir orang pada awalnya hinga sekarang mencapai puluhan ribu B2W dan sudah tersebar di beberapa propinsi hanya dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Jadi atas nama temen2 pencinta sepeda gunung Jalur Pipa Gas saya ucapakan terimaksaih tak terhingga kepada segenap Jajaran pengurus B2W Indonesia atas jerih payahnya menyelengarakan acara tahunan Bike to Work Day ini dan salut atas kegigihannya bahu membahu tanpa pamrih meng kampanyekan Bike to Work selama ini, juga ucapan terima kasih banyak kepada teman2 B2W'er yang aktif maupun hanya sebagai simpatisan atas dukungan moril maupun material guna meng kampanyekan B2W untuk langit biru kita.

Khusus Kepada oom Toto dan oom Ozy saya ucapkan banyak terima kasih dan sekalian minta maaf se besar2 nya karena telah dengan sengaja menjebloskan beliau untuk mau memimpin komunitas "Gila" ini, karena saya tau bahwa dengan menyandang sebagai ketua umum B2W ini tingkat stres beliau pasti sedikit bertambah dari sebelumnya, dan banyak menyita waktunya, tenaganya, baik dikantor maupun dirumah karena jadwal kegiatan beliau sebagai direktur yang tadinya sudah padat ketambahan lagi ngurusin komunitas "Gila" ini. (dibilang Gila karena bersepeda di jalan raya yang padat dengan kendaran bermotor cukup berbahaya dan polusi udaranya pun juga cukup lumayan parah)
Sekali lagi terima kasih dan Dirgahayu komunitas Bike to Work Indonesia yang ke 3.

8/26/2008

Bike To Work day 2008

B2W DAY 2008

Jumat, 29 Agustus 2008
di Seluruh Wilayah Indonesia

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-3, Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia (Bike to Work Indonesia) mengajak masyarakat luas di seluruh penjuru wilayah Indonesia untuk menggunakan sepedanya menuju tempat aktivitas pada hari Jumat, 29 Agustus 2008.

Pada waktu tersebut, secara serentak dalam skala nasional para Pekerja Bersepeda akan melakukan kegiatan bersepeda menuju tempat aktivitas sambil mengkampanyekan gerakan Bike to Work bersama pemerintah daerahnya masing-masing.

Untuk wilayah Jadetabek, masyarakat luas diharapkan dapat bergabung pada penyelenggaraan peringatan B2W Day yang akan dipusatkan pada:

Hari & Tanggal : Jumat, 29 Agustus 2008
Waktu : Pk. 06.30 – selesai
Tempat : Pintu Barat Daya, Silang Monas Jakarta (pintu masuk seberang Gd. Indosat)

Untuk wilayah di luar Jadetabek, silakan hubungi koordinator wilayah masing-masing yang informasinya dapat diperoleh pada link berikut ini:
Untuk sekali itu di hari Jumat, 29 Agustus 2008 mari tinggalkan kendaraan pribadi anda di rumah dan gunakan sepeda. Bergabunglah bersama lebih dari 10 ribu pekerja bersepeda di seluruh Indonesia meningkatkan kualitas kesehatan diri secara fisik maupun psikis, melakukan penghematan finansial maupun BBM, dan pada saat yang sama anda melakukannya, anda sekaligus dapat menghindari kemacetan lalu lintas, membuat udara menjadi lebih bersih, langit menjadi lebih biru, serta lingkungan menjadi lebih lestari.

Dari kita untuk diri sendiri,
Untuk udara yang kita hirup,
Untuk tanah yang kita pijak,
Serta untuk generasi penerus.

Salam berjuta sepeda di jalan raya bernaungkan langit biru.

Humas & Publikasi
Komunitas B2W Indonesia
_________
+rp

7/03/2008

Big Fight

Manitou and RockShox have long been rivals
and
both have new cross country forks for 2008.


And the Winner iiissss!!!! .....
Pleas click pick above
or
the url below


http://www.bicyclingaustralia.com/bicycling-news.php?id=82


7/02/2008

Rebuilding My Old Shock

Sudah sejak tahun 2004 RockShox SID terpasang di MTB saya, sebetulnya banyak brand shock yang canggih2 tapi untuk saya RockShox SID, shock XC dengan travel 80mm ini udah ga ada matinya, dan sudah dipake ber off road ria kemana saja.

Saya kenal mahluk ini sudah sejak dari tahun 1998, tetapi baru kesampaian belinya di tahun 2004 itu pun yang "SID Race 2003" dan bekas pula, saya memutuskan memakai shock ini karena reputasinya cukup bagus dan dari semua yang pernah memakai atau masih memakainya sampai sekarang saya belum pernah mendengar ada keluhan dari kinerjanya, atau kerusakan2 sampai harus bener2 dipensiun, yang ada cuma dipensiun karena ada keluaran seri terbarunya.

Karena belinya bekas maka mau tidak mau harus service ringan
terlebih dulu, paling tidak cek oli dan o-ring sealnya (pure delite rebound demper dan dual air shaft) setelah saya pelajari buku petunjuk service manualnya ternyata walaupun sitim "Dual Air Spring" (fungsi pegas dengan 2 ruang angin positiv/negativ) nya cukup canggih tapi konstruksi mekaniknya sangat sederhana sekali, jadi saya putuskan untuk dikerjakan sendiri saja saat itu, dan setelah di bongkar ternyata semua masih dalam keadaan bagus (o ring, bushing, valve, dan lain2nya) cukup hanya dibersihkan saja dan olinya diganti dengan yang baru, kebetulan oli shock dengan kepekatan 15wt bisa didapat di sini kecuali yang 5wt terpaksa harus pesen dari sebrang.
Cat, sticker sudah mengelupas dan dust whiper sealnya sudah pecah2

Sekarang 2008 sudah 4 thn shock ini di geber ke mana2, shock mulai punya kelakuan aneh, (bunyi2 kalau valve rebound ditutup separuh, karet dust whipernya sudah kering dan pecah2 sedikit, cat dan stickernya sudah pada mengelupas disana sini, untuk dipensiun atawa dibuang begitu saja kok sayang mengingat sekarang barunya saja bisa sampai 6 jt idr, jadi kenapa tidak di rebuild saja dan di cat ulang kalau memang masih bisa.
Pasien sedang di bedah diatas meja oprasi

Untuk me rebuildnya tentu butuh spare part yang lengkap, karena spare
part tidak ada di sini terpaksa harus pesan dulu ke daerah asal pembuatnya, ternyata hanya satu mingu pesanan sudah tiba, tapi sayang untul sticker/decal logo yang autentiknya belum dapat, karena penjualnya tidak melayani pengiriman langsung ke indonesia.

Setelah saya cat ulang lower legnnya dan semua dirakit kembali maka RockShox SID Race saya kembali seperti baru, sayang sebagian sticker lama yang saya lepas tidak bisa ditempel lagi dan belum dapat sticker baru yang aslinya.
Kembali sehat, mulus, tapi belum ber Tato

Sebetulnya SID keluaran 2008
ini kinerja dempernya telah dibuat lebih canggih lagi dengan teknologi Blackbox Motion Control nya dan tetap menggunakan teknologi dual air spring lamanya yang sudah terbukti mumpuni untuk di set dengan sepsifikasi medan maupun si pengendaranya, untuk saya yang hanya penyepeda hobby dan kantong yang pas2 an rasanya pakai yang seri lama pun sudah lebih dari cukup.

6/21/2008

Bike to Work Bersama RI-1

Yth Masyarakat Ibukota,

Atas nama komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, kami mohon maaf sebesar-besarnya karena pada hari Jumat tgl 20 Juni 2008 ini beberapa ruas jalan ibukota menjadi tersendat akibat lebih dari 1000 orang pekerja bersepeda melakukan konvoy bersepeda dalam rangka mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi sebagai jawaban atas undangan Presiden RI beserta jajaran Menteri Kabinet Bersatu.

Semoga apa yang kami lakukan tidak menimbulkan pandangan negatif dari warga ibukota yang terkena dampak kemacetan karena secara murni tujuan komunitas kami adalah gerakan moral demi terciptanya udara bersih dan lingkungan yang lestari.

Demikianlah permohonan maaf kami haturkan dengan segala kerendahan hati, semoga hal kecil yang kami lakukan di hari itu tidaklah sia-sia untuk kemudian hari.

Toto Sugito
Ketua Umum B2W-Indonesia

sumber foto dari
http://ozzan.multiply.com/photos/album/36/Kampanye_Hemat_Energy_Bersama_RI-1

sumber foto dari
http://ozzan.multiply.com/photos/album/36/Kampanye_Hemat_Energy_Bersama_RI-1



6/14/2008

RPM - Raw Power in Motion


Dapet SMS isinya nagjakin touring Off Road hari Sabtu, routenya Puspitek-Serpong, tembus Cihuni dan finish di JPG total jaraknya +/- 40 km an, singkat kata jadilah kita janjian mo brangkat jam 6.30 dari rumah menuju meeting point di Paparon Bintaro sek 7.

Pas bangun pagi ternyata cuaca kok hujan gerimis aja si, sepertinya ujannya dah dari malem, rasa2nya bakalan ga seru nih, becek dan bakalan blepotan lumpur dah kayak yang udah2, berhubung lagi males becek2an akhirnya SMS balik temen kalo ga ikutan kali ini.

Dari pada batal goes mending ikutan RPM di Seleb Pitnes, sebetulnya memang sebelum dapet SMS itu dah niatan mo ikut RPM, kebetulan Sabtu itu ada even kusus katanya ngenalin track baru "RPM39" dengan durasi 90 menit nonstop, biasanya cuma 45 menit dan ada instruktur tamu asal Brasil.

Ternyata tracknya campuran track lama dan track baru, lumayan juga track barunya ada 2 posisi baru, Pullback climb dan Power climb, sebelum masuk sesi interval diumumin kalo instruktur tamu punya lagu kusus, eh tenyata lagu geleng2 nya P Projek, halah ... tapi enak juga buat nanjak bisa bikin semangat goes sambil geleng2, kali ini RPM nya ok banget, ga nyesel ga ikut touring hari ini ...puasnya poool, keringetannya juga poool.

5/21/2008

The Standing Egg Phenomenon

Mungkin sebagian orang ada yang sudah tau dan sebagian lagi belum tau dengan fenomena alam, dimana telor dapat berdiri sendiri tegak tanpa di ganjel, dimana kejadian ini hanya terjadi pada tahun, bulan dan hari tertentu saja, dan karena letak geografisnya tiap2 negara tidak sama maka waktu kejadiannya pun tidak sama/berbarengan.

Nah untuk yang mau coba, tahun ini di wilayah Indonesia kejadiannya diperkirakan akan jatuh pada tgl 8 Juni 2008, dan kebetulan harinya adalah pada setiap tanggal 5 bulan 5 imlek pada kalender cina yang jatuh pada tahun2:


- Tahun 2006 : 31 Mei 2006

- Tahun 2007 : 19 Juni 2007 dan next:
- Tahun 2008 : 8 Juni 2008

Memang di kalender Cina fenomena ini dicatat sebagai hari
raya "Twan Yang" (saat matahari memancarkan cahaya paling keras / Hari Kehidupan), ada legenda "Peh Cun" pada hari itu dirayakan dengan makan Bacang, atraksi tari Liong dan Barong Sai, balap sampan yang biasanya oleh enik Tionghoa di Tanggerang, di adakan di sepanjang bantaran kali Cisadane, dan tak ketinggalan permainan mendirikan endok aka telor.

Karena penasaran, fenomena ini pernah di coba pada tahun 2007 lalu, oleh Evi Trisna yang sekantor dengan Prof. Yo (
yohanes surya) mencoba fenomena ini di kantornya, dan berhasil mendirikan telor. Bahkan, dia ceritera kalau rekan di kantornya bahkan ada yang berhasil ndirikan telor di atas mouse komputer.
Juga Pasutri Pak Tjetjep - Bu Lily sudah mencobanya di rumah, dan berhasil, bahkan telor di rumahnya dapat berdiri lebih dari 1 hari.

Fenomena ini adalah semata2 karena proses fisika dan ilmiah dimana mathari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis, bukan karena hari2 keramat tertentu, dan ini jawaban dari Prof Yo dari fenomena
Telur Berdiri Sendiri dan ini penjelasan dari pak David W Allan

Silahkan mencoba sendiri nanti, siapkan beberapa telor, dan jangan disimpan di lemari es.
Selamat mencoba

5/08/2008

Bi-bim Bab - ala Pakdepoer

Untuk makan hari2 saya sekeluarga dari dulu hampir selalu baru masaknya kalau menjelang mau makan, untuk sarapan sampai makan malem dan tukang masak andalannya ga lain ya tetangga tidur, aka Maknyak tercinta.

Tapi kalo Maknyak lagi males, biasanya dia minta
tulung saya yang nyiapin makanan buat keluarga, malah kadang kalo hari libur dan lagi ga males saya suka nawarin diri buat masak dan paling gampang menu bbq an.

Kalo lagi gilirannya masak saya pilih masakan jepun, korea atawa cina yang tidak terlalu ribet bumbunya dan masaknya, ini ada resep maknyus saya dan gampang kalo ada yang mo coba, bikinnya cepet, dan endang, resep Bi-bim Bab menu ini juga salah satu menu favorit keluarga.

Bahan-bahan
4 filet dada ayam (bumbui/rendem dada ayam dengan saos Teriyaki selama 3 jam atawa semalem).
250g toge gede
250g bayem korea seger (sigumchi)

2 bh wortel besar potong2 bentuk korek api

1 bh timun jepang potong2 sebesar kelingking

2 bh cabe merah besar potong bentuk korek api

2 siung bawang putih cincang halus
250cc saus teriyaki (lihat resep dibawah)

4 sm saos minyak wijen (lihat resep dibawah)

2 st gula pasir

1 st garem

2 sm cuka beras

2 sm minyak wijen
4 telor ayam

saos pedes korea (Gochujang), untuk dicampurkan
di nasi dan sebagai condiment

Caranya...
30 menit sebelum makan, masak nasi putih yang
pulen dulu seperti biasa.

Nah sementara itu siapin panci berisi air dan
jerang hingga mendidih. Setelah air mendidih masukan toge selama 20 detik aja angkat siram dengan air dingin biar ga lodo karena kelewat mateng, lalu tiriskan dan sisihkan, gitu juga untuk bayem, dan wortelnya. Diwadah terpisah campur toge tadi dengan 1~2 sendok makan saus minyak wijen dan cincangan bawang putih, sisihkan, begitu pula dengan wortel dan bayemnya.

Diwadah lain lagi campur rata gula, garem, cuka-beras, masukan potongan timun dan cabe ke dalemnya, sisihkan (atur rasa asem acarnya nya sesuai selera)

Panaskan 1 sm minyak wijen di wajan anti lengket dengan api panas sedang, tiriskan ayam dari bumbu perendam lalu goreng bolak balik sampi mateng +/- 5~8 menit tergantung tebelnya ayam, sisihkan, jaga agra tetep panas.

Di wajan yang sama ceplok telor dengan sedikit
minyak wijen, bolak balik hingga mateng, sesuai selera .

Penyajiannya...

Ke dalem mangkok taruh nasi, lantas taruh berturut2 4~5 potong irisan ayam (potong2 ayam memanjang setebal 1,5cm), toge, bayem, wortel, acar timun melingkar diatas nasi, kasi 1,5 sm saos Gochujang ditengah2 nya,lalu taruh telor ceplok tadi diatas saos, terakhir taburi dengan wijen sangrai.

Cara makannya aduk semua nasi dan temen2n nya
dengan saos Gochujang sampai rata (diaduk mirip kalau makan bubur ayam)

Porsi untuk 4 orang ...

okeh selamat
menikmati...

Saos Teriyaki....

125cc kecap asin jepang/korea

125cc gula
125cc minyak wijen
1 sm wijen
125cc arak beras/sake (bukan cuka arak beras)

1 st bubuk lada item/putih garem
Aduk rata semua bahan ini

Saos minyak wijen
70cc soy sauce
125 cc minyak wijen

1 st garem

1 st bubuk lada item/putih

Aduk rata semua bahan ini

5/01/2008

Graduation

Perasaan belum lama Nara (sulung 20thn) kuliah di UPH, baru ngeh pas dapet undangan untuk acara Wisudanya pada tanggal 12 April 2008 , kerasanya cepet mungkin karena selama 8 semester dia kuliah disana saya sendiri baru 1 kali nengokin Campusnya
Ternyata dia selesaikan setelah 3,5 tahun kuliah disana, di fakultas Computer Science jurusan Informatics Engineering, masih inget banget ibunya sempet sedikit kecewa karena Nara lebih memilih kuliah di UPH dari pada di Bandung walaupun dikedua Perguruan Tinggi itu dia diterima dijurusan yang dia minati (IT di UPH, Matematik di ITB)
Selamat ya Nara, tapi kelulusan ini justru awal dari perjalanan hidupmu sebenarnya yang harus dilalui dengan penuh tawakal dan bijaksana


3/18/2008

Kartun Benny & Mice - Bike to Work

Courtesy of Kompas 16 Maret 2008

2/28/2008

My Road-ID Is arrived today

Pas lagi jalan2 di Multiply guwe sempet mampir disalah satu Multyply contact guwe Fusion Bike
Disitu gw liat ada banner Road ID, sebetulnya Road ID ini sudah lama banget gw tau dan pernah masuk kesitusnya juga untuk cari2 tau, tapi saat itu ga tau kok guwe belon ngeh untuk makenya. Tapi setelah gw liat kedua kalinya di MP nya Fusion Bike langsung tetarik dan langsung saat itu pesen satu Road ID secara on line.

Jadi prinsipnya Road ID ini akan berbicara atas nama penggunanya apa bila yang bersangkutan
mengalami masalah serius atau mengalami kecelakaan ketika melakukan olahraga sepeda, joging, dll dimana saat itu yang bersangkutan tidak bisa berbicara untuk dirinya. Sebetulnya kegunaannya bukan hanya untuk olah raga aja, tapi bisa juga untuk dipakein ke anak2 dibawah umur, jadi kalo lagi jalan2 di Mall2, Pasar Malem, BONBIN atau tempat rame lainnya dan anaknya kepisah, yang nemuin anak itu bisa langsung menghubungi orangtuanya sesuai keterangan di Wrist ID yang dipake in

Dan sekarang setelah kira2 12 hari dari waktu pemesanan, paket Road ID ini dah ngejogrok di meja kerja guwe dirumah.

12/22/2007

Analog vs Digital

Setelah era Digital mulai merasuki keseluruh prabotan2 yang kita pakai baik prabotan untuk kegiatan hari2 maupun kegiatan hobby, saya mulai bingung dengan prabotan2 Analog saya yang sepertinya kok udah jadi kuno sekali, rasanya mau dipensiun masuk gudang tidak tega juga.

Mau dipakai terus kok nyusahin diri AKA kurang praktis, "Hari gini masih demen ngulik ke laut aje" kata orang .... kekekek. Tetapi kalau tidak dipakai kok sayang, sayang karena ingat dulu belinya pake nabung2 dulu dan pada eranya prabotan itu sudah termasuk yang terbagus.

Kalau soal piringan hitam dan alat putarnya tidak terlalu masalah tau kemana sekarang rimbanya mungkin sudah berdebu digudang karena sudah lama tidak disentuh begitu era CD meraja lela, kalau soal mesin gambar (gambar2 teknik arsitektur) juga tidak masalah setelah dengan program autocad dan 3d semuanya jadi lebih praktis dan mudah, tapi kalo soal camera analog ini lain ceritanya.

Kegiatan jeprat-jepret ini pertama saya kenal ketika saya masih kelas 2 SD kira2 tahun 60 an, waktu itu saya dan kakak dibelikan camera foto tipe box camera oleh alm ayah saya, entah mereknya apa terbuat dari plastik dan bentuk sisi2 cameranya mem bulat, camera mainan ini dapat berfungsi betulan.

Cameranya sangat sederhana sekali tapi hasilnya lumayan bagus, untuk motret objeknya harus berjarak kira2 tiga langkah dari pemotretnya karena focusnya sudah fix, dan saratnya si objek harus menghadap sinar langsung, waktu itu kita menggunakan 120 Film B&W isi 12 bingkai.

inilah hasil foto2 dari camera pertama saya (klik gambar untuk memperbesar)

Pada waktu itu alm ayah saya memang sudah hobby motret dan menggunakan Camera 35mm RF (Range Finder), Leica M1 atau M2 saya kurang tau pasti.

Namanya anak2 jadi Camera disamakan dengan barang mainan umumnya, pas baru2nya untuk motret saja pasti berebutan dengan kakak karena memang camera itu dibelikan untuk dipakai berdua, dan biasa setelah lama mulai bosen camera jarang dipakai malah sampai2 lupa di taruh dimana dan akhirnya hilang, singkat cerita saya mulai jeprat-jepret lagi pada saat saya sudah duduk di bangku SMP.

Lagi2 karena camera pemberian alm ayah saya dan lagi2 camera untuk dipakai berdua kakak saya, cameranya cukup canggih bentuknya compact dapat di masukan kesaku, camera 35mm jenis RF mereknya Rollei 35S. Camera ini 100% manual dan 100% mekanik, tapi sudah mempunyai built-in analog light meter sistim jarum dan batang geser yang cukup akurat dengan tenaga dari batrey kancing.

Nah pada saat ini lah saya mulai mengenal apa itu aparture, shuter speed, ASA, dll cara menggunakan camera, untuk mendapatkan foto yang gambarnya bagus selain focus yang teptat juga ke tiga kombinasi bagian2 tsb diatas harus tepat.

Tetapi untuk sistim focusnya camera ini masih menggunakan sistem kira2/skala jadi kita harus tau kira2 jarak objeknya lalu index focus pada lensa kita putar hingga sekalanya sama dengan jarak objek yang kita taksir tadi, dan karena mungkin menggunakan lensa tetap 40mm/2,8 maka umumnya gambar relatif akan tajam karena lensa 40mm mempunyai DOF (Depht of Field) relatif panjang. camera ini sekarang masih disimpan oleh kakak saya.

Benar2 mulai senang dengan fothography pada saya mulai duduk di bangku kuliah kira2 tahun 70 an, mula2nya karena pada waktu kuliah sering sekali bila ada kegiatan2 dicampus selalu diminta untuk memotret dan dsinilah saya mulai mengenal camera SLR, camera yang sering saya pakai adalah kamera pinjaman dari alm ayah saya yaitu camera Canon F-1, camera ini juga 100% manual dan 100% mekanik dan sistem pengukuran cahayanya sama dengan camera Rollei 35s (jarum dan batang geser) tetapi focusnya bisa lebih akurat karena kita melihat langsung objeknya melalui lensa dan akan focus bila gelang focus kita putar hingga object sudah benar2 jelas/tajam gambarnya.

Dengan camera jenis ini lah saya juga mengenal jenis2 lensa denga focal length yang beda2 (lensa lebar, lensa normal, dan lensa tele). cukup lama juga saya menggunakan camera SLR ini dan sempat harus menabung untuk mebeli 1 bh camera Canon New F-1 (Camera hybrid 100% mekanik + elektronik untuk shuter speed rendah dibawah 1/125, dan untuk menjalankan fasilitas Av&Tv nya) seperti gambar disebelah ini, dan bebrapa jenis lensanya, camera jenis ini memang asik untuk dipakai eksperimen, teapi relatif lebih besar dan berat dibanding camera range finder saya terdahulu, apalagi bila menggunakan lensa tele,rasanya berat dan kurang leluasa bergerak.

Suatu ketika pada saat lebaran saya sekeluarga bersilaturahmi ke rumah adik ayah, disana saya diberi tau ayah saya bahwa adiknya punya camera Leica tetapi jarang sekali dipakai dan kalau mau nyoba tanyakan apa boleh saya pinjam. Setelah saya tanyakan ternyata boleh dan akhirnya satu tas camera berisi 2 body camer Leica M4 dan beberapa lensanya saya bawa pulang untuk saya pinjam.

Pertama kali saya heran dengan jenis camera RF yang lensanya dapat di ganti2 karena dalam pikiran saya camera RF kan tidak bisa memfocus langsung melalui lensa, harus difocus melalui jendela intip yang terpisah dari lensa , bagaimana membedakan luas area bidangnya bila focal lenghtnya beda2, trnyata setelah coba dengan bebrapa lensa yang beda jendela intipnya mempunyai bingkai bayangan yang bisa berubah2 sesuai jenis lensa yang digunakan, selain itu focusnya juga bisa tepat karena dengan sistim menyatukan bayangan ganda.

Camera ini 100% manual, 100% mekanik dan tidak ada light meternya sama sekali jadi untuk mendapatkan pengukuran cahaya yang tepat harus menggunakan light meter genggam terpisah, walaupun sebenarnya saya sudah tebiasa memotret hanya dengan patokan rumus ASA (ASA rule of thumb formula), tetapi untuk hasil yang baik/maksimal maka terpaksalah bongkar tabungan beli light meter seken yang murah meriah.

Camera ini sangat ringkas dan ringan, karena ukuran lensa2nya relatif lebih kecil kira2 setengahnya dari ukuran lensa camera SLR, karena sifatnya yang ringkas ringan, lincah, dan sangat halus bunyi shuternya, hasil gambarnya juga lebih bagus lebih natural, untuk warna tidak bisa semarong (vivid) lensa jepang, tapi soal warna sebetulnya bukan masalah serius karena saya lebih suka gambar2 b&w, akhirnya camera ini lah yang jadi camera favorit saya seterusnya sampai sekarang.




Leica M4 black body

21mm/3,4 super-angulon
50mm/2,0 sumicron
90mm/2,8 elmarit 135mm/2,8 elmarit
400mm/5,0 telyt

Kembali kemasalah digital, istri saya akhirnya beli camera SLR digital Canon EOS 400D untuk motretin masakan2 nya kareana hobbynya masak dan resep2 serta foto2 masakannya akan di share untuk siapa saja melalui blog masaknya, sebelumnya dia pakai camera saku digital Canon Ixus 330 walaupun hasilnya cukup bagus tapi "DOF nya ga dapet" katanya (back grounnya ga bisa burem), EOS 400D ini bentuknya mungil dan ringan pas untuk ukuran tangan perempuan.
Akhirnya saya juga lebih sering menggunakan Camera ini untuk membuat foto2 Interior, Arsitektur yang saya butuhkan untuk meng update portfolio web profesi saya.

Memang camera sekarang sudah sangat canggih, kita tidak usah repot2 kalkulasi dan nebak2 setingan, semua sudah otomatis dikerjakan oleh prosesor di camera, bahkan focusnya juga sudah otomatis, lensanya dilengkapi mekanis anti goyangan supaya gambar tidak burem kalau motret pake speed rendah, banyak pilihan seting untuk macem2 suasana pemotretan, bahkan sambil merem motretnya pun pasti jadinya bagus, dan yang penting bisa langsung tau hasilnya sat itu dan bias langsung dicetak, pokonya tinggal kreatifitas kita aja, selain itu semua proses kamar gelap sudah dikerjakan camera itu sendiri dan sedikit bantuan computer,atau bisa di katakan fly by wire.

Jadi sekarang tinggal pilih masih mau ribet2 pake kamera analog manual, apa pake kamera digital super canggih yang sudah pasti jadinya bagus ... bingung kan ... apakah akhirnya semua Camera analog saya tinggal sejarah gitu saja ... sedih juga sih liatnya.

Kalau lensa analog SLR nya sih sudah pasti tidak bisa dipakai di camera SLR digital walaupun sama2 Canon, tetapi untuk lensa analog dari M4 kalau dipakai ke body Leica M8 masih bisa tapi harga cameranya itu yang ga tega dengernya kalo cuma dipakai buat hobby2 an saja, bisa punya Leica M4 ini saja boleh dapet dari lungsuran kok...

Untung masih ada satu prabotan hobby yang aman diera digital yaitu sepeda gunung saya, sebetulnya sudaha ada versi digitalnya tapi biasanya dipakai untuk latihan simulasi indor, untuk sepeda yang berubah dari tahun ke tahun cuma component2 nya aja yang makin canggih.