1/19/2010
1/10/2010
Pizza Time ......
Ini pertama kali coba bikin pizza pakai bbq grill (sumber panas dari bawah langsung) karena biasanya pakai oven biasa (sumber panas ga langsung), setelah kebetulan baca resepnya di buku Art of the Grill. Pertama kali baca resepnya bingung juga dalam hati pakai bbq grill?? ... gimana caranya dan jadinya tuh??
Tapi setelah di praktekin ternyata ya memang sama gampangnya seperti bikin pizza pakai oven biasa, cuma memang trick mangganya aja yang beda, malah lebih cepet dan lebih praktis, bisa dikerjakan sambil ngobrol sama keluarga atau temen2 di pekarangan belakang, cuma ya itu jangan meleng keasikan ngobrol, karena cendrung cepet jadi angus karena sumber panasnya langsung.

Disini Pizza Dough nya dibuat supaya pizza crusts nya tipis dan garing, kalau untuk topingnya sih bisa macem2 sesuai selera. Yang say buat basic aja .... Jamur, Tomat Cherry, Bawang Bombai, Daun Kemangi, dan Mozarela chees dengan Pizza Sauce buatan sendiri juga. Untuk sauce selain tradisionil pizza sauce dari tomat cincang, bisa juga pake bbq sauce, atau pake pesto tergantung selera.
Untuk dough nya.
1. bungkus dry yeast, (Fermipan)
1/2 st gula
2/3 cup air hangat
2-3 cup terigu serba guna
1 st garam
1 st merica
2 sm Olive oil, dan extra untuk olesan
Caranya.
Campur kedalam air hangat, gula dan fermipan, aduk2 dan diamkan sebentar 5-10 menit hingga berbusa. Selanjutnya masukan cairan ragi diatas tadi kedalam campur tepung terigu, garam. merica bubuk, dan olive oil aduk2 dengan tangan hingga rata dan menggumpal.
Keluarkan dan uleni/lipat2 diatas meja yang di beri alas tepung hingga halus dan kenyal 8-10 menit. Bentuk menjadi bola dan pindahkan kedalam wadah dengan melumurinya dengan minyak, biarkan didalam wadah, tutup dengan kain basah hingga mengembang hingga 2 kali volume nya 1-1 1/2 jam.
Keluarkan dari wadah, bagi menjadi 4, pipihkan diatas meja yang diaalasi tepung hingga ketebalan 5 mili atau lebih tipis atau lebih tebal sedikit sesuai selera, kuassi dengan olive oil bolak balik dan pindahkan ke baking sheet.

Perlahan lahan geser pizza crusts dari baking sheet ke grill, panggang diatas bara panas sedang dalam keadaan terbuka selama 2 menit atau hingga tanda grill bebekas cukup jelas dibagian bawah, lalu angkat pindahkan sekali lagi keatas baking sheet dengan bagian bawah/berbekas gril dibagian atas.
Pada tahap ini beri pizza sauce diatasnya, lalu topingnya sesuai selera, pindahkan sekali lagi kembali ke grill dari baking sheet dan panggang lagi dengan panas sedang dan grill tertutup selama 3-4 menit hinga pizza matang dan keju melelh.
Selamat mencoba
Tapi setelah di praktekin ternyata ya memang sama gampangnya seperti bikin pizza pakai oven biasa, cuma memang trick mangganya aja yang beda, malah lebih cepet dan lebih praktis, bisa dikerjakan sambil ngobrol sama keluarga atau temen2 di pekarangan belakang, cuma ya itu jangan meleng keasikan ngobrol, karena cendrung cepet jadi angus karena sumber panasnya langsung.

Disini Pizza Dough nya dibuat supaya pizza crusts nya tipis dan garing, kalau untuk topingnya sih bisa macem2 sesuai selera. Yang say buat basic aja .... Jamur, Tomat Cherry, Bawang Bombai, Daun Kemangi, dan Mozarela chees dengan Pizza Sauce buatan sendiri juga. Untuk sauce selain tradisionil pizza sauce dari tomat cincang, bisa juga pake bbq sauce, atau pake pesto tergantung selera.
Untuk dough nya.
1. bungkus dry yeast, (Fermipan)
1/2 st gula
2/3 cup air hangat
2-3 cup terigu serba guna
1 st garam
1 st merica
2 sm Olive oil, dan extra untuk olesan
Caranya.
Campur kedalam air hangat, gula dan fermipan, aduk2 dan diamkan sebentar 5-10 menit hingga berbusa. Selanjutnya masukan cairan ragi diatas tadi kedalam campur tepung terigu, garam. merica bubuk, dan olive oil aduk2 dengan tangan hingga rata dan menggumpal.
Keluarkan dan uleni/lipat2 diatas meja yang di beri alas tepung hingga halus dan kenyal 8-10 menit. Bentuk menjadi bola dan pindahkan kedalam wadah dengan melumurinya dengan minyak, biarkan didalam wadah, tutup dengan kain basah hingga mengembang hingga 2 kali volume nya 1-1 1/2 jam.
Keluarkan dari wadah, bagi menjadi 4, pipihkan diatas meja yang diaalasi tepung hingga ketebalan 5 mili atau lebih tipis atau lebih tebal sedikit sesuai selera, kuassi dengan olive oil bolak balik dan pindahkan ke baking sheet.

Perlahan lahan geser pizza crusts dari baking sheet ke grill, panggang diatas bara panas sedang dalam keadaan terbuka selama 2 menit atau hingga tanda grill bebekas cukup jelas dibagian bawah, lalu angkat pindahkan sekali lagi keatas baking sheet dengan bagian bawah/berbekas gril dibagian atas.
Pada tahap ini beri pizza sauce diatasnya, lalu topingnya sesuai selera, pindahkan sekali lagi kembali ke grill dari baking sheet dan panggang lagi dengan panas sedang dan grill tertutup selama 3-4 menit hinga pizza matang dan keju melelh.
Selamat mencoba
11/24/2009
windows live writer
Windows Live Writer Testing ……
Writer memudahkan Anda berbagi foto dan video di hampir semua layanan blog—Windows Live, WordPress, Blogger, Live Journal, TypePad, dan banyak lagi.
10/19/2009
5/28/2009
Julien Absalon Memenangkan Madrid World Cup bersama XX
Kemenangan pertama untuk komponen groupset baru di kejuaraan dunia.
Madrid adalah salah satu lokasi yang paling dramatis di musim balapan selama ini. Race di kondisi cuaca yang kering membuat start menjadi begitu cepat, dan segera setelah mulai Julien Absalon sudah meluncur kedapan bersama-sama dengan Ralph Naef. Naef beberapa kali menyodok dengan keras terhadap Abslaon, tetapi kali ini adalah masih harinya Julien. Kemenangan Julien di kejuaran cross country dunia ini yang ke tiga dan mencatatkan kemenangannya yang ke 19 dalam karirnya, dan kelihatanya akan terus meperkokoh posisinya pada keseluruhan series ini.
Men’s XC
1 Julien Absalon (Fra) > (Orbea SRAM, RockShox, Avid, Truvativ)
2 Ralph Naef (Swi) Multivan Merida Biking Team > (SRAM, Avid)
3 Moritz Milatz (Ger) Multivan Merida Biking Team > (SRAM, Avid)
4 Marco Aurelio Fontana (Ita) Cannondale Factory Racing > (SRAM, RockShox, Avid)
5 Nino Schurter (Swi) Scott-Swisspower MTB-Racing > (SRAM, Avid, Truvativ)
Women’s XC
1 Margarita Fullana Riera (Spa) Massi
2 Marie-Helene Premont (Can) Team Maxxis-Rocky Mountain
3 Lene Byberg (Nor) Specialized Factory Racing > (SRAM, Avid)
4 Sabine Spitz (Ger) Central Ghost Pro Team
5 Catharine Pendrel (Can) Luna Pro Team
Adapun komponen2 baru yang diperkirakan dipakai dalam kejuaraan ini, SRAM New XX Mountain Bike Group Set sbb.
Untuk transmisinya. SRAM XX & Truvativ XX,
Untuk Suspensinya. RockShox SID Word Cup XX
Untuk sistim pengeremannya. The Avid XX hydraulic disc brakes

Madrid adalah salah satu lokasi yang paling dramatis di musim balapan selama ini. Race di kondisi cuaca yang kering membuat start menjadi begitu cepat, dan segera setelah mulai Julien Absalon sudah meluncur kedapan bersama-sama dengan Ralph Naef. Naef beberapa kali menyodok dengan keras terhadap Abslaon, tetapi kali ini adalah masih harinya Julien. Kemenangan Julien di kejuaran cross country dunia ini yang ke tiga dan mencatatkan kemenangannya yang ke 19 dalam karirnya, dan kelihatanya akan terus meperkokoh posisinya pada keseluruhan series ini.
Katagori produk manager SRAM,Ron Ritzler berkata, "Ini adalah dua kemenangan groundbreaking untuk Julien dan SRAM. Absalon adalah salah satu atlet kunci yang terlibat dalam sukses SRAM dalam pengembangan XX grup baru kami."
Ritzler juga mengatakan, “SRAM is estatic that Julien was able to race to a World Cup win on the new XX group right as we roll this product out to the rest of the world.” Men’s XC
1 Julien Absalon (Fra) > (Orbea SRAM, RockShox, Avid, Truvativ)
2 Ralph Naef (Swi) Multivan Merida Biking Team > (SRAM, Avid)
3 Moritz Milatz (Ger) Multivan Merida Biking Team > (SRAM, Avid)
4 Marco Aurelio Fontana (Ita) Cannondale Factory Racing > (SRAM, RockShox, Avid)
5 Nino Schurter (Swi) Scott-Swisspower MTB-Racing > (SRAM, Avid, Truvativ)
Women’s XC
1 Margarita Fullana Riera (Spa) Massi
2 Marie-Helene Premont (Can) Team Maxxis-Rocky Mountain
3 Lene Byberg (Nor) Specialized Factory Racing > (SRAM, Avid)
4 Sabine Spitz (Ger) Central Ghost Pro Team
5 Catharine Pendrel (Can) Luna Pro Team
Adapun komponen2 baru yang diperkirakan dipakai dalam kejuaraan ini, SRAM New XX Mountain Bike Group Set sbb.
Untuk transmisinya. SRAM XX & Truvativ XX,
Untuk Suspensinya. RockShox SID Word Cup XX
Untuk sistim pengeremannya. The Avid XX hydraulic disc brakes
Sumber. Bikeradar Dot Com
5/07/2009
12/20/2008
Nyeri Pinggang Pada Penyepeda

12/10/2008
Loyonya si Ayam Jago
Cerita ini selalu timbul dan tenggelam dari tahun ke tahun, dan selalu dibahas terutama dikalangan pemula yang mulai serius menekuni olah raga sepeda, sebetulnya masalah diatas itu kemungkinan terjadinya bisa saja, masalahnya kenapa isunya lebih santer dibicarakan di lingkungan olahraga bersepeda dibanding olah raga lain seperti berkuda, atau olah raga sepeda motor, hingga pabrik peralatan sepeda rela mengeluarkan dana extra untuk melakukan riset guna mendapatkan desain sadel sepeda yang nyaman dan ramah terhadap si "Ayam Jago" AKA "Prabotan Sex Pria"
Para atlet sepeda sering kali berada diatas sepeda ber jam2 dan ber km2 jauhnya terutama para atlet sepeda jalan raya (road bike) dan rasa nyeri otot, tidak nyaman di bagian slangka, panas, kebas Ayam Jago nya pasti pernah/sering dialami. Daerah rawan ini memang selayaknya mendapatkan perhatian kusus guna menghindari cedera lebih serius.
Secara tipikal sadel sepeda akan menopang langsung di tiga bagian/titik pada Pelvis (panggul) kita. Yaitu satu tititk di bagian depan di daerah Perineum (jaringan lunak diantara kaki) dan dua titik dibagian belakang, di daerah Ischial Tuberosities (daerah tulang duduk) Tiga titik inilah yang membentuk bidang kerja, sehingga menjadikan goesan stabil dan bertenaga bagi otot2 dari pinggang kebawah.
Lalu mengapa bisa terjadi rasa kebas si Ayam Jago? Ini disebabkan adanya gangguan peredaran darah pada pembuluh darah dan saraf yang menuju si Ayam Jago itu, karena telah terjadi tekanan pada jaringan lunak dimana terdapat jalur pembuluh2 darah dan saraf2 halus yang keberadaanya terjepit di antara Pubic Bone dan Perineum yang menekan pada bagian tengah sadel. Sebetulnya bisa saja bagian hidung sadel dihilangkan agar bagian Perenium tidak tertekan seperti gambar diatas, tetapi dengan menghilangkan bagian hidung maka keseimbangan kita diatas sepeda akan berkurang terutama untuk para atlet sepeda balap.Kita bisa memberikan beban sebesar yang kita inginkan pada tulang duduk, ini karena tulang duduk memang dibuat untuk itu, tetapi beban yang terlalu besar pada jaringan lunak adalah masalah lain, karena pada jaringan lunak ini terletak pembuluh2 darah dan saraf2 yang mengarah ke si Ayam Jago, jadi apabila terjadi tekanan yang besar pada bagian ini maka aliran darah dari pembuluh darah ke saraf akan sangat tergangu yang mengakibatkan rasa kebas (rasa kebas adalah sebagai pringatan dini tubuh bahwa telah terjadi gangguan pada peredaran darah).
Jadi bagi penyepeda jarak jauh merasakan kebas atau rasa kurang nyaman Ayam Jagonya itu sebetulnya hal biasa, tapi hal ini tidak terjadi pada setiap orang/atlit, kira2 sekitar 20% nya saja, kebasnya ya karena terlalu lama duduk sehingga pembuluh darah dan jaringan saraf tertekan, dan akan kembali normal bila disudahi tekanan terhadap bagian itu.
Untuk newbe mungkin mula2 akan sering mengalami hal ini, apa lagi bila posisi sadelnya atau posisi tubuhnya tidak tepat, hal tidak nayman ini bisa berlangsung beberapa saat bahkan ada yang mengalami sampai beberapa hari. Sekarang yang harus dijaga dan dihindari adalah jangan sampai terjadi cedra serius pada pembuluh darah ini, mungkin karena terkena benturan yang sangat keras hingga terjadi kerusakan di sistim pembuluh darahnya atau sistim sarafnya, bila ini terjadi maka akibatnya bisa mengalami ganguan ereksi ringan sampai parah
Untungnya Sekarang sudah dibuat sadel dengan lubang atau cekungan berbentuk huruf v disepanjang bagian hidung sadelnya, dan ada yang dikombinasikan dengan lapisan Gel sedemikina rupa sehingga beban bisa disalurkan dengan merata dengan tujuan mengurangi tekanan pada bagian jaringan lunak.
Apa yang dirasakan setelah beberapa lama bersepeda bukan sesuatu yang tidak ada artinya, bersepedalah dengan benar, beri perhatian cukup terhadap apa yang diduduki, dan jangan abaikan pada peringatan dini tubuh, semua ini akan membuat semuanya berjalan normal dan everyone happy.
Subscribe to:
Comments (Atom)

